Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tangki penyimpanan terlihat di Kilang Los Angeles Marathon Petroleum, yang memproses minyak mentah domestik dan impor di Carson, California, AS pada 11 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Bing Guan/File Photo)

Tangki penyimpanan terlihat di Kilang Los Angeles Marathon Petroleum, yang memproses minyak mentah domestik dan impor di Carson, California, AS pada 11 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Bing Guan/File Photo)

Minyak Bergerak Bullish, Pertemuan G7 Jadi Sorotan

Senin, 27 Juni 2022 | 11:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim Riset ICDX menyebut, harga minyak masih bergerak bullish pada awal pekan ini. Di tengah berlangsungnya pertemuan G7 yang fokus membahas isu di pasar energi saat ini. Selain itu, serangan roket pada ladang gas di Irak, serta proyeksi positif dari Indian Oil mendukung pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Dalam pertemuan negara-negara anggota G7 - Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS, dan Uni Eropa (UE) - yang berlangsung dari 26 hingga 28 Juni 2022 akan fokus membahas potensi pembatasan harga pada ekspor minyak mentah dan produk minyak dari Rusia serta penerapan sanksi lebih lanjut, yang bertujuan untuk membatasi pendapatan Rusia tanpa memicu tekanan inflasi global, ungkap seorang pejabat Jerman pada hari Sabtu.

Advertisement

“Namun, rencana pembatasan harga ini membutuhkan dukungan dari importir utama seperti India dan Tiongkok agar dapat berhasil. Dalam pertemuan hari Minggu, Inggris, AS, Jepang dan Kanada menyetujui larangan impor emas Rusia sebagai sanksi terbaru terhadap Rusia,” tulis Tim Riset ICDX dalam risetnya, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Siap-siap, Akhir Tahun Ini Cristiano Ronaldo Luncurkan Koleksi NFT Eksklusif di Binance

Selain itu, lanjut Tim Riset ICDX, G7 juga akan membahas prospek untuk memulai kembali negosiasi nuklir Iran pasca kepala kebijakan luar negeri UE bertemu dengan pejabat senior di Teheran untuk mencoba membuka blokir negosiasi yang macet, kata seorang pejabat kepresidenan Prancis pada hari Minggu.

Tim Riset ICDX menambahkan, dilanjutkannya kembali negosiasi nuklir sekaligus membuka peluang bagi ekspor minyak Iran untuk kembali ke pasar minyak global, terlebih dengan semakin meningkatnya permintaan energi di UE pasca Rusia mengumumkan akan menghentikan operasi jaringan pipa Nord Stream 1 - jalur pipa utama yang membawa gas dari Rusia ke Eropa, pada 11-21 Juli untuk pemeliharaan terjadwal.

Sementara itu, di tengah berlangsungnya krisis pasokan gas saat ini, ladang gas Khor Mor, yang dioperasikan oleh Dana Gas yang berbasis di UEA di provinsi Sulaymaniyah Irak menjadi sasaran roket pada Sabtu untuk ketiga kalinya dalam empat hari, ungkap Counter-Terrorism Group, sebuah badan keamanan di wilayah otonomi Kurdi Irak.

Baca juga: Dolar AS Melemah Menopang Pergerakan Harga Emas

Turut mendukung harga minyak, seorang eksekutif keuangan Indian Oil pada hari Jumat mengatakan bahwa dia memperkirakan harga minyak akan bertahan di atas US$100 per barel untuk sisa tahun 2022 di tengah berlangsungnya konflik Ukraina yang berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan global yang signifikan pada tahun 2022.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$100 per barel,” tutup Tim Riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN