Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi minyak
sumber: Antara

ilustrasi minyak sumber: Antara

Minyak Bergerak Terbatas Dibebani Sinyal Optimis Rencana Embargo UE

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, pergerakan harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish. Terbebani oleh isyarat dari Jerman yang optimis Uni Eropa (UE) akan menyetujui embargo minyak Rusia dalam beberapa hari mendatang. Selain itu, rencana AS untuk merilis cadangan solar serta pernyataan dari IMF membebani pergerakan harga lebih lanjut.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pada hari Senin menyatakan bahwa embargo minyak Rusia kemungkinan akan disetujui oleh Uni Eropa (UE) dalam beberapa hari mendatang. Selain itu, Habeck juga mendukung proposal yang diusulkan oleh komisi UE untuk menerapkan skema batas harga pada minyak Rusia. Berdasarkan rencana tersebut, UE akan menyepakati bersama penetapan harga yang lebih rendah daripada yang mereka bayar saat ini untuk energi Rusia, dengan pertimbangan Rusia akan terpaksa menerima harga yang lebih rendah tersebut atau mengalami penurunan pendapatan minyak.

Baca juga: Raih US$ 6,2 Juta, Fintech Pebble Siap Sasar Pasar Asia Tenggara

Dari AS, tim riset ICDX menyebut, pemerintahan Biden mempertimbangkan untuk merilis cadangan bahan bakar solar darurat dalam upaya meredam krisis pasokan dan menekan kenaikan harga bahan bakar, ungkap seorang pejabat pemerintah pada hari Senin. Rencananya Gedung Putih akan memanfaatkan cadangan sebesar 1 juta barel solar dari Northeast Home Heating Oil Reserve yang dibentuk pada tahun 2000, dan tercatat hanya digunakan sekali pada tahun 2012 untuk mengatasi masalah pasokan AS pasca Badai Sandy.

Harga rata-rata solar di AS secara nasional telah mencapai $5.56 per galon pada hari Minggu, yang sekaligus menandai peningkatan sebesar 75% dari tahun lalu, ungkap data dari American Automobile Association (AAA). AS akan memasuki puncak musim mengemudi yang dimulai pada akhir pekan Memorial Day pada akhir minggu ini.

Turut membebani pergerakan harga minyak, Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva pada hari Senin mengatakan tidak mengharapkan resesi untuk ekonomi utama dunia tetapi juga tidak dapat mengesampingkannya. Georgieva menambahkan potensi tersebut didukung oleh prospek ekonomi global telah suram dalam sebulan terakhir sejak IMF menurunkan prospek pertumbuhan 2022 dengan mempertimbangkan faktor konflik Ukraina, perlambatan ekonomi Tiongkok dan guncangan harga global, terutama untuk makanan.

Baca juga: PUPR Tanggap Darurat Pasca Kenaikan Pasang Air Laut di Jawa Tengah

Sementara itu, Arab Saudi mengisyaratkan akan terus mendukung peran Rusia dalam aliansi kelompok OPEC+, ungkap Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman yang dikutip oleh surat kabar Financial Times hari Senin. Pangeran Abdulaziz juga menambahkan bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksinya jika permintaan ada, namun masih terlalu dini untuk memiliki gagasan tentang seperti apa kesepakatan baru nanti, mengingat komitmen kuota OPEC+ yang berlaku sejak April 2020 akan berakhir dalam tiga bulan.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$105 per barel,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Selasa (24/5/2022).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN