Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi minyak
sumber: Antara

ilustrasi minyak sumber: Antara

Minyak Stabil Pasca Bergejolak Akibat Pasokan Ketat

Rabu, 25 Mei 2022 | 06:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Setelah perdagangan yang bergejolak akibat kekhawatiran pasokan yang ketat mengimbangi kekhawatiran atas kemungkinan resesi dan pembatasan Covid-19 Tiongkok.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 14 sen menjadi menetap di US$113,56 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli turun 52 sen menjadi ditutup di US$109,77 per barel.

Harga berubah negatif setelah Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan Presiden Joe Biden tidak mengesampingkan penggunaan pembatasan ekspor untuk mengurangi melonjaknya harga bahan bakar domestik.

"Awalnya asumsinya akan menurunkan harga produk di Amerika Serikat," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group dikutip dari Antara, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Harga CPO Reli Tiga Hari Berturut-turut

Minyak telah melonjak tahun ini dengan Brent mencapai US$139 pada Maret, level tertinggi sejak 2008, setelah invasi Rusia ke Ukraina memperburuk kekhawatiran pasokan.

Harga didukung di awal sesi karena Uni Eropa bergerak lebih dekat untuk menyetujui larangan impor minyak Rusia. “Embargo seperti itu kemungkinan akan disetujui ‘dalam beberapa hari’,” kata menteri ekonomi Jerman pada Senin (23/5/2022).

Perjalanan selama akhir pekan Memorial Day AS yang akan datang diperkirakan akan menjadi yang tersibuk dalam dua tahun karena lebih banyak pengemudi turun ke jalan dan melepaskan penguncian virus corona meskipun harga bahan bakar di SPBU tinggi.

Baca juga: Yugen: IHSG Tertekan, ITMG hingga ASRI Jadi Saham Pilihan

Stok minyak mentah AS naik 567 ribu barel pekan lalu, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute (API) yang dirilis setelah pasar ditutup. Persediaan bensin turun 4,2 juta barel, sementara stok sulingan turun 949 ribu barel.

Persediaan minyak mentah dan bensin AS kemungkinan turun minggu lalu, sementara stok sulingan terlihat naik, jajak pendapat Reuters yang diperpanjang menunjukkan menjelang data pemerintah yang dirilis pada Rabu waktu setempat.

Namun, kekhawatiran tentang ancaman terhadap ekonomi global, tema utama pertemuan Davos minggu ini, juga memicu kekhawatiran atas permintaan minyak dan membebani harga.

Beijing meningkatkan upaya karantina untuk mengakhiri wabah Covid-19 sementara penguncian Shanghai akan dicabut dalam waktu kurang dari seminggu.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN