Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT MNC Energy Investments Tbk. (Foto ilustrasi: Perseroan)

PT MNC Energy Investments Tbk. (Foto ilustrasi: Perseroan)

MNC Energy (IATA) Tingkatkan Output Batu Bara Lewat Produksi Baru Anak Usaha

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:44 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), anak perusahaan PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), mengadakan acara first cut of mining yang dihadiri direksi perseroan pada 2 Juli 2022 untuk merayakan dimulainya produksi di konsesi 15.000 ha yang berlokasi di Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“IBPE dengan luas 15.000 ha, merupakan salah satu konsesi terbesar perseroan. Konsesi ini belum mencapai potensi penuh karena kami masih dalam proses eksplorasi di sebagian besar area pertambangan,” ungkap Direktur IBPE Leader DS Daeli dalam keterangan resmi, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Aktif Eksplorasi, Cadangan Batu Bara MNC Energy (IATA) Tembus 253,42 Juta Ton

Dia meyakini IBPE akan meningkatkan produksi IATA secara signifikan, serta meyakinkan investor bahwa perseroan masih memiliki potensi berkembang dengan rencana output produksi yang lebih tinggi untuk tahun-tahun mendatang.

IATA melalui IBPE telah menandatangani kontrak lima tahun dengan kontraktor pada 9 Juni 2022 untuk memulai produksi dengan target sebesar 500 ribu MT untuk tahun pertama, periode Juli-Desember 2022.

Dalam 5 tahun, IATA menargetkan total output 7,5-8 juta MT atau 1,5 juta MT pada tahun kedua dan 2 juta MT setiap tahun untuk sisa kontrak (tahun 3-5), dari Pit Corundum, Beryl, dan Amethyst.

IBPE mengekspor sekitar 75% produksi batu baranya ke negara-negara seperti India, Tiongkok, Vietnam, dan Thailand, sedangkan 25% sisanya dijual di dalam negeri untuk memenuhi domestic market obligation (DMO).

Pit Corundum dan Beryl adalah dua tambang yang akan ditambang dalam 2 tahun pertama. Sedangkan, penambangan di Pit Amethyst akan dimulai pada tahun ketiga, bersamaan dengan pit-pit baru yang sedang dan akan disiapkan, mengingat luas area penambangan 15.000 ha belum sepenuhnya dieksplorasi dan masih banyaknya area yang masih memerlukan proses verifikasi Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI).

Saat ini, IBPE telah memiliki infrastruktur pertambangan yang dibangun dan disiapkan secara memadai, dengan pit dan disposal area di tambang, hauling road yang membentang 2-5 km dari pit ke port, embatan timbang, dan kantor untuk kebutuhan administrasi.

Baca juga: Tok, Jasa Marga (JSMR) Spin-off Divisi Regional Tol Transjawa

Selain IBPE, dua tambang IATA lainnya, melalui PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC), sudah dalam tahap produksi, dengan output 2,5 juta MT pada tahun 2021.

Sedangkan PT Arthaco Prima Energy (APE) juga ditargetkan mulai berproduksi tahun ini. Perseroan sedang dalam tahap persiapan, dengan pembangunan hauling road dan port untuk mendukung proses produksinya APE.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com