Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

MNC Genjot Penjualan Sukuk Negara Ritel

Sabtu, 13 Februari 2016 | 08:20 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – PT MNC Securities menargetkan penjualan sukuk negara ritel Republik Indonesia seri SR-008 tahun 2016 senilai Rp 500 miliar. Perseroan akan agresif memasarkan produk ini ke berbagai investor. Pemerintah sebelumnya telah menetapkan 26 agen penjual sukuk SR-008, terdiri atas 20 bank dan 6 perusahaan sekuritas.

 

Keenam perusahaan sekuritas yang dilibatkan untuk menjual obligasi negara ini adalah MNC Securities, Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, Trimegah Sekuritas , Sucorinvest Central Gani, dan Mega Capital Indonesia.

 

Direktur Utama MNC Securities Susy Meilina mengatakan, perseroan optimistis tingginya minat investor terhadap sukuk ini, menyusul kompetitifnya imbal hasil (yeild) yang ditawarkan. Perseroan menargetkan dapat menjual Sukuk Ritel yang bertema pendidikan nasional tersebut sebanyak Rp500 miliar. Rinciannya, sukuk ritel sebesar Rp450 miliar dan sukuk tabungan Rp50 miliar.

 

“Kami ambil porsi emisi Rp 500 miliar. Tapi permintaan kemungkinan bakal oversubcribe,” jelas dia di Jakarta, belum lama ini. Meski belum ditetapkan pemerintah, Susy mengungkapkan, yeild SR-008 diprediksi pada kisaran 8,5%-9%. Yeild tersebut bercermin dari yeild seri sukuk negara ritel seri sebelumnya yang ditawarkan pada level 8,25%.

 

“Dalam penjualan sukuk ritel ini, MNC menggadeng Bank Sumatera Utara dan Bank Sulawesi Utara. Pihaknya juga memanfaarkan 40 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelas dia.

 

Sementara itu, Fixed Income Analyst MNC Securities I Made Ade Saputra mengatakan, pasar obligasi akan dipengaruhi sentiment nilai tukar rupiah yang diperkirakan relative stabil sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut bakal dipicu aliran arus modal asing ke pasar surat utang.

 

Adapun, imbal hasil sukuk ritel juga akan dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan bakal kembali memangkas suku bunga acuannya (BI Rate) tahun ini. ”Sebenarnya kebijakan BI merupakan ekspektasi di 2015 yang terealaisasi pada 2016. Ini dilakukan dengan harapan target pertumbuhan ekonomi pemerintah bisa tercapai,” jelas dia.

 

Sukuk Negara Ritel Seri 008 merupakan bagian dari program penerbitan surat berharga negara (SBN) tahun 2016. Surat berharga syariah tersebut ditawarkan di pasar domestic maupun pasar keuangan internasional. Di pasar domestik, pemerintah akan menerbitkan dua instrumen SBSN ritel, yaitu sukuk ritel dan sukuk tabungan. (rid)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN