Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bali Towerindo. Foto: Perseroan

Bali Towerindo. Foto: Perseroan

MTN Jatuh Tempo 2020, Bali Towerindo dan Adhi Persada: Aman!

Farid Firdaus, Kamis, 23 April 2020 | 21:15 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) dan PT Adhi Persada Properti menyatakan masih memiliki likuiditas yang aman untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar bunga dan pokok surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) yang jatuh tempo tahun ini.

Direktur Utama Bali Towerindo Jap Owen Ronadhi mengatakan, perseroan kerap mencari sumber pendanaan ekspansi dari surat utang seperti obligasi rupiah ataupun MTN. Pihaknya tetap membayar kewajiban atau utang sesuai rencana karena bisnis menara telekomunikasi diperkirakan tetap bertumbuh, meskipun ada pandemi Covid-19.

“Kami masih punya ruang likuiditas yang cukup. Dalam waktu dekat perusahaan juga berencana menerbitkan obligasi. Kami masih yakin operator telekomunikasi tetap memperluas jaringan mereka,” jelas dia kepada Investor Daily, Kamis (23/4).

Tahun ini, Bali Towerindo memiliki MTN yang jatuh tempo 5 Juli 2020 sebesar Rp 350 miliar. Berdasarkan laporan keuangan, total liabilitas perseroan sebesar Rp 2,24 triliun pada 2019, naik 29% dibanding 2018 sebesar Rp 1,74 triliun. Dari situ, liabilitas jangka pendek perseroan mengalami kenaikan 111% menjadi Rp 1,09 triliun pada 2019.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan MTN sebesar Rp 348,92 miliar atas MTN yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang pada 2018. Perseroan merubahnya menjadi liabilitas jangka pendek karena jatuh tempo pada 2020. Selain MTN, liabilitas perseroan yang meningkat juga disebabkan kenaikan 47% dari utang bank untuk jangka pendek, serta peningkatan utang 97% dari pengadaan aset tetap.

Secara terpisah, Direktur Adhi Persada Properti Wahyuni Sutranti mengatakan, pelunasan kewajiban jatuh tempo MTN pada 5 Oktober 2020 senilai Rp 625 miliar sudah masuh dalam rencana kerja perseroan. Perusahan akan mendanai pelunasan dari kas operasional.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN