Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Sumber: saratoga-investama.com)

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Sumber: saratoga-investama.com)

NAV Tumbuh Menjadi Rp 46,5 Triliun, Laba Bersih Saratoga Capai Rp 15,3 Triliun

Kamis, 29 Juli 2021 | 13:14 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencetak peningkatan net asset value (NAV) menjadi Rp 46,5 triliun hingga semester I-2021, dibandingkan akhir 2020 sebanyak Rp 31,7 triliun dan semester I-2020 dengan .

Lonjakan NAV tersebut ditambah raihan dividen dari beberapa potofolio menjadikan laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp 15,3 triliun, dibandingkan semester I-2020 rugi bersih perseroan senilai Rp 2,1 triliun.

Lonjakan NAV dan laba bersih tersebut didukung atas kenaikan seluruh portofolio saham yang dimiliki perseroan, seperti saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan PT Provident Agro Tbk (PALM). Lonjakan laba bersih perseroan juga didukung pendapatan dividen senilai Rp 866 miliar pada semester I-2021 berasal dari PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Tower Bersama, dan Mitra Pinasthika.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadijaya mengatakan, kinerja positif perusahaan-perusahaan portofolio investasi telah mendorong pertumbuhan nilai portofolio Saratoga. Raihan kinerja ini juga diikuti dengan pembayaran dividen yang konsisten, sehingga turut memperkuat fundamental perseroan.

“Nilai saham yang meningkat dari perusahaan portofolio investasi telah menjadikan NAV Saratoga bertumbuh di semester I-2021. Kami bersyukur bahwa perusahaan portofolio investasi Saratoga mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya,” ujar Michael dalam keterangan resmi, Kamis (29/7).

Dia menyampaikan, perseroan akan terus menjalankan strategi diversifikasi dalam berinvestasi dan disiplin dalam mengelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Rasio utang dan biaya akan terus dikelola dan dijaga dilevel yang efisien. Saat ini biaya - biaya operasional tahunan terhadap nilai aset bersih berada di posisi sebesar 0,4% dan loan to value sebesar 5,7%.

Pengembangan Bisnis

Sementara itu, Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menambahkan, Saratoga terus mendorong sejumlah perusahaan portofolio investasi untuk mengembangkan bisnis ke daerah baru pada semester I-2021.

Dia mencontohkan, Primaya Hospital di bawah PT Famon Awal Bros Sedaya telah membuka tiga rumah sakit baru sejak awal tahun. Ketiga rumah sakit tersebut adalah Primaya Hospital Bhakti Wara di Pangkal Pinang-Bangka Belitung, Primaya Hospital Sukabumi di Jawa Barat dan Primaya Hospital Pasar Kemis di Tangerang-Banten.

“Peluncuran rumah sakit baru ini melengkapi aset operasional Primaya Hospital menjadi 12 unit pada semester I-2021. Ekspansi ini juga menjadi bentuk dukungan Saratoga terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih terjadi,” ujar dia.

Devin juga menjelaskan bahwa salah satu perusahaan portofolio investasi strategis Saratoga yaitu Merdeka Copper Gold yang semakin memperkuat fundamental bisnis jangka panjangnya. Ia mengungkapkan, tes pengeboran terbaru dari Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi menghasilkan intercept yang signifikan dari tembaga dan emas.

Merdeka Copper Gold telah merampungkan studi kelayakan proyek Acid, Iron, Metal (AIM) yang diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia dengan MDKA 80% dan Tsingshan 20% yang berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Konstruksi telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal II-2022.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN