Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Target kinerja ekspor impor Indonesia 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Target kinerja ekspor impor Indonesia 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Neraca Perdagangan Indonesia Catat Surplus Tertinggi

Rabu, 16 Juni 2021 | 09:12 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Data terbaru menunjukan bahwa neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus dagang pada akhir Mei 2021 sebanyak US$ 2,37 miliar dan menjadi yang tertinggi selama satu tahun terakhir.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, secara rinci ekspor pada Mei 2021 meningkat 58,76% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya 52,02%. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan produk komoditas dari negara mitra dagang. Sedangkan dari segi impor, pada periode yang sama Indonesia mencatatkan sebanyak US$ 14,23 miliar, naik 68,68% dibandingkan tahun lalu.

Untuk diketahui pada Mei 2021, harga minyak mentah Indonesia naik 5,7% secara bulanan menjadi US$ 65,49 per barel. Apabila dilihat secara tahunan, harga ini juga naik signifikan, yakni 155,12%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan harga secara bulanan, di antaranya batu bara naik 16,07%, minyak kelapa sawit 7,9%, dan tembaga naik sebesar 8,98%. 

Kendati demikian, Pilarmas mengatakan, secara bulanan nilai impor ini turun 12,16%. Penurunan impor dikontribusi oleh sektor non migas yang turun sebesar 14.16%. Pun pada kinerja ekspor secara bulanan 10,25%. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas sebesar 2.68% MoM, sedangkan ekspor nonmigas sebesar 10.67% MoM.

Menurut Pilarmas, penurunan impor secara bulanan merupakan siklus yang biasa terjadi di mana pada April hingga Mei merupakan momentum Ramadhan. 

“Dengan demikian, kami harapkan pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga 24 bulan kedepan. Untuk mendorong perekonomian, konsistensi menjadi hal yang paling penting saat ini,” pungkas Pilarmas.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN