Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT)

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT)

Northstar Group Jajaki Divestasi Saham Centratama

Jumat, 25 September 2020 | 13:58 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Northstar Advisors Pte dikabarkan berencana melepas kepemilikan saham di PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) kepada perusahaan digital infrastruktur asal Amerika Serikat (AS), Digital Colony. Northstar membidik dana senilai US$ 150 juta dari aksi tersebut.

Nortshtar merupakan private equity berbasis di Singapura merupakan pengendali Centratama melalui Clover Universal Enterprise Ltd dengan kepemilikan 41,80% saham hingga 31 Agustus 2020. “Digital Colony mengalahkan sejumlah penawar saham Centratama yang lain,” tulis laporan Bloomberg law, dikutip Jumat (25/9).

Digital Colony didirikan pada 2017 oleh Digital Bridge Holdings dan Colony Capital. Digital Bridge sendiri dibentuk pada 2013 oleh Marc Ganzi, pendiri perusahaan menara, Global Tower Partners bersama Ben Jenkins, mantan eksekutif Blackstone Group. Tahun lalu, Digital Colony meluncurkan pendanaan investasi khusus infrastruktur digital dengan modal US$ 4,06 miliar.

Digital Colony memfokuskan empat strategi bisnis, yakni menara telekomunikasi, data center, jaringan kabel optik, dan menara small cell. Perseroan memiliki portofolio pada 15 perusahaan yang bergerak di empat bisnis tersebut dan lokasinya menyebar, mulai dari Amerika Utara hingga Eropa.

Sementara itu, Northstar merupakan private equity yang konsisten berinvestasi pada emiten di Indonesia. Perusahaan yang dibentuk pada 2003 ini didirikan oleh Patrick Walujo dan Glenn Sugita.

Selain Centratama, portofolio investasi Northstar di Indonesia adalah Gojek, Indomaret, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Trimegah Securities Tbk (TRIM), PT Multistrada Arah Sarana Tbk, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Untuk di Asia, Northstar tercatat berinvestasi pada perusahaan real estate, APAC Realty Ltd, produsen komponen otomotif, Innovalues Pte Ltd, serta The Thai Credit Retail Bank Pcl.

Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Perusahaan Centratama Wiwik Septriandewi belum menjawab konfirmasi Investor Daily terkait penjualan saham perseroan oleh Northstar. Selain itu, manajemen Northstar juga belum memberikan keterangan.

Sebagai informasi, Northstar melalui Clover Universal terekam menambah kepemilikan pada Centratama dari 35,92% pada Juli 2020 menjadi 41,80% di akhir Agustus. Hal ini merupakan hasil crossing saham CENT sebanyak 1,17 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 125 per saham yang difasilitasi Trimegah Sekuritas pada 19 Agustus 2020.

Menambah Aset

Tahun ini, Centratama berhasil menambah aset menaranya dengan membeli 1.032 menara telekomunikasi milik PT XL Axiata Tbk (EXCL) senilai Rp 1,57 triliun pada Maret lalu. Transaksi tersebut dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Centratama Menara Indonesia.

Setelah akuisisi tersebut, XL menyewakan kembali menara-menara yang dibeli CMI selama periode 10 tahun. Hal ini tertuang dalam perjanjian induk sewa menara antara kedua belah pihak.

Manajemen Centratama sebelumnya menyebutkan, menara-menara XL yang diakuisisi berpotensi memberikan kontribusi tambahan pendapatan sekitar Rp 215 miliar per tahun. Hal itu memperhitungkan lease back yang akan dilakukan XL Axiata untuk penempatan perangkatnya.

Centratama membukukan kenaikan pendapatan 27,15% hingga semester I-2020 menjadi Rp 508,60 miliar, dibanding periode sama tahun lalu. Namun, beban pokok perseroan juga naik 31,79% menjadi Rp 247,65 miliar.

Sewa dan pemeliharaan menara menjadi kontributor utama pendapatan perseroan hingga Juni 2020 sebesar Rp284,98 miliar. Kontribusi ini diikuti oleh pendapatan sewa in-building-coverage multi operator senilai Rp195,73 miliar. PT Hutchison 3 Indonesia menjadi pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan usaha Centratama. Pelanggan lainnya PT XL Axiata Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Indosat Tbk.

Di sisi lain, perseroan membukukan rugi bersih Rp 21,8 miliar pada semester I-2020, berbalik dari laba bersih Rp 12,11 miliar pada semester I-2019. Perseroan sempat mengumumkan rencana penerbitan global bond senilai US$ 500 juta pada April lalu. Namun aksi tersebut ditunda dengan alasan pasar obligasi yang belum kondusif akibat pandemi Covid-19.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN