Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OJK akan Atur Likuiditas Penny Stock

Kamis, 4 Februari 2016 | 13:45 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mengatur likuiditas perdagangan saham-saham dengan nominal kecil (penny stocks). Saat ini, sebanyak 30 emiten berharga Rp 50 per saham masih tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas jasa Keuangan Nurhaida mengatakan, OJK akan berupaya meningkatkan likuiditas perdagangan penny stock atau saham ‘gorengan’ tersebut. “Kami mencari upaya untuk meningkatkan likuiditas saham tersebut,” jelasnya di Jakarta, Rabu (3/2).


Rendahnya likuditas saham ini, menurut dia, dipengaruhi emiten itu sendiri atau transaksinya tidak likuid. Nantinya, peraturan perdagangan penny stock akan masuk dalam paket peraturan terkait fraksi harga saham. Rencananya paket peraturan tersebut akan diterbitkan pada semester I – 2016.


Sebelumnya, BEI telah mengusulkan perubahan transaksi saham di BEI kepada otoritas pasar modal. OJK akan mengumumkan keputusan mengenai perubahan fraksi saham yang diusulkan BEI pada semester I-2016.


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memutuskan apakah perlu perubahan fraksi harga saham pada akhir semester I-2016. Hal ini didasarkan atas usulan Bursa Efek Indonesia (BEI).


Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, OJK belum bisa memastikan apakah mengabulkan atau menolak usulan perubahan fraksi harga tersebut. Dia menambahkan, kondisi pasar modal dinamis maupun berubah, seiring berjalannya waktu.


Oleh karena itu, penyesuaian fraksi saham tak mustahil untuk diterapkan. Perubahan fraksi harus mempertimbangkan kebutuhan pasar serta keamanannya.


“Fraksi harga sekarang sudah diterapkan sejak Februari 2014 atau baru setahun. Kami melihat pasar modal dinamis perjalanannya, sehingga karena penyesuaian kondisi market bisa saja terjadi. Yang penting bagi kami market berjalan baik, tidak mudah direkayasa perdagangannya,” jelas dia.


Manajemen BEI sebelumnya menyebutkan telah menyusun usulan fraksi harga saham untuk diajukan kepada OJK. Perubahan fraksi ini diharapkan rampung pada kuartal I tahun ini.


Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya mengatakan, perubahan fraksi tersebut juga menimbang permintaan dari para investor. Pihaknya akan mengubah fraksi harga saham menjadi lima kelompok.


Pertama, untuk harga saham Rp 50-200 memiliki fraksi Rp 1.


Kedua, harga saham Rp 200-500 menjadi Rp 2 dari sebelumnya Rp 1. Ketiga, harga saham Rp 500-2.000 tetap pada Rp 5. Keempat, harga saham Rp 2.000-5.000 dinaikkan menjadi Rp 10. Kelima, harga saham di atas Rp 5.000 diusulkan tetap Rp 25.(fik)

Editor :

BAGIKAN