Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mitra Adiperkasa. Foto: dok.

Mitra Adiperkasa. Foto: dok.

Outlook Mitra Adiperkasa Setelah Mal Dibuka

Jumat, 10 Juli 2020 | 04:32 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) masih menghadapi sejumlah tantangan untuk memacu kinerjanya sepanjang tahun ini. Tantangan tersebut berasal dari rendahnya trafik pengunjung mal akibat kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19, pemberian diskon besar-besaran, peningkatan beban operasional, dan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74.

Analis Sinarmas Sekuritas Paulina mengungkapkan, gerai-gerai Mitra Adiperkasa telah dibuka kembali setelah ditutup sementara akibat pandemi Covid-19. Namun, trafik pengunjung gerainya belum pulih seperti sediakala, karena pemerintah masih membatasi jumlah pengunjung mal dan pemberlakuan jam operasional.

Belum antusiasnya konsumen berbelanja dipicu kekhawatiran penyebaran Covid-19 juga berimbas terhadap penurunan trafik pengunjung pusat perbelanjaan.

“Guna menarik minat pengunjung, perseroan kemungkinan memberikan diskon besar-besaran. Namun, kebijakan ini bisa berimbas terhadap penurunan margin keuntungan perseroan yang berdampak terhadap keuntungan tahun ini,” tulis Paulina dalam risetnya, baru-baru ini.

Penurunan jumlah pengunjung gerai perseroan berpotensi berimbas terhadap penurunan penjualan toko yang sama (SSSG) sebesar 25% tahun ini. Penjualan pakaian juga diprediksi anjlok 30%, department store atau swalayan diestimasi turun 20%, penjualan di gerai makanan dan minuman diprediksi turun 30%, dan gerai lainnya berpotensi melemah 25% tahun ini.

Salah satau gerai PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Foto:  SP/Joanito De Saojoao.
Salah satau gerai PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Selain itu, Mitra Adiperkasa kemungkinan menahan ekspansi gerai baru hingga pandemi berlalu. Hal ini akan membuat penambahan penjualan perseroan dari pembukaan toko baru kemungkinan tidak ada tahun ini.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, penambahan gerai baru berdampak positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan.

“Berbagai faktor tersebut bisa membuat kinerja keuangan perseroan anjlok tahun ini. Sedangkan penurunan laba bersih akan dipengaruhi oleh kemampuan perseroan menjaga efisiensi, seperti meminimalisasi biaya sewa gedung dan upah karyawan. Sewa gedung dan gaji karyawan berkontribusi masing-masing 28 dan 32% terhadap belanja operasional perseroan,” ungkap Paulina.

Kondisi tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk memangkas target penjualan Mitra Adiperkasa tahun ini dari Rp 23,49 triliun menjadi Rp 15,99 triliun. Ekspektasi laba bersih juga dipangkas dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 398 miliar.

Sedangkan laba per saham dipangkas dari Rp 65 menjadi Rp 24. Tahun lalu, perseroan membukukan penjualan dan laba bersih masing-masing Rp 21,57 triliun dan Rp 933 miliar.

Paulina menyebutkan, penjualan Mitra Adiperkasa diharapkan mulai membaik tahun 2021, meski belum bisa menyamai perolehan tahun 2019. Perkiraan pendapatan senilai Rp 19,49 triliun dan laba bersih mencapai Rp 831 miliar pada 2021. Margin keuntungan bersih (net margin) diestimasi naik menjadi 4,3% pada 2021 dibandingkan proyeksi tahun 2020 sebesar 2,5%.

Pandangan berbeda diungkapkan oleh analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya. Menurut dia, penjualan ritel Mitra Adiperkasa diperkirakan memasuki masa pemulihan pada semester II tahun ini. Pemulihan tersebut didukung oleh relatif tidak terpengaruhnya daya beli konsumen perseroan akibat pandemi Covid-19. Perseroan menargetkan pangsa pasar kelas menengah atas.

“Trafik pengunjung gerai perseroan diperkirakan pulih perlahan-lahan pada semester II tahun ini, sehingga margin keuntungan perseroan diharapkan mulai membaik. Berdasarkan hasil pengecekan bahwa sejumlah konsumen kelas menengah atas antusias terhadap pembukaan gerai perseroan. Konsumen ini tertarik berbelanja di tengah belum bisanya mereka bepergian akibat Covid-19,” tulis Christine dalam risetnya. 

Namun, margin keuntungan diperkirakan masih berkontraksi hingga kuartal II tahun ini, meskipun perseroan telah menerapkan efisiensi dengan pengurangan biaya sewa dan gaji. Hal ini bisa berdampak terhadap penurunan margin kotor perseroan dari 47,5% tahun lalu menjadi 43,2% sepanjang tahun ini.

Mitra Adiperkasa. Foto: SP/Ruth Semiono
Mitra Adiperkasa. Foto: SP/Ruth Semiono

Berbagai kondisi tersebut ditambah realisasi kinerja keuangan perseroan sepanjang kuartal I-2020 mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk merevisi turun target penjualan Mitra Adiperkasa tahun ini dari Rp 19,16 triliun menjadi Rp 18,15 triliun. Estimasi laba bersih tahun 2020 juga dipangkas dari Rp 749,6 miliar menjadi Rp 405,5 miliar.

Sedangkan proyeksi pendapatan dan laba bersih MitraAdiperkasa pada 2021 masingmasing direvisi turun menjadi Rp 22,46 triliun dan Rp 656,7 miliar.

Mirae juga merevisi turun target harga saham MAPI menjadi Rp 830 dengan rekomendasi trading buy. MAPI juga disebut layak untuk dipilih untuk sektor ritel karena didukung oleh pangsa pasar perseroan berasal dari kalangan kelas menengah atas yang relatif tidak terpengaruh dampak pandemi Covid-19.

Hingga kuartal I-2020, Mitra Adiperkasa mencetak penurunan laba bersih sebesar 94,2% menjadi Rp 8,1 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 138,3 miliar.

Pendapatan juga melemah dari Rp 4,67 triliun menjadi Rp 4,71 triliun. Perseroan juga mencatat margin kotor perseroan sebesar 45,6% dan margin keuntungan bersih turun menjadi 0,2%. Penurunan laba bersih dipengaruhi atas penerapan PSAK 74 yang membuat perseroan mencatat peningkatan biaya penyusutan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN