Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas di tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Foto: Perseroan)

Aktivitas di tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Foto: Perseroan)

Pabrik Baru Siap Beroperasi, Bagaimana Prospek Saham Bumi Minerals (BRMS)?

Senin, 25 April 2022 | 10:33 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 225. Target tersebut mencerminkan lonjakan laba bersih tahun 2021 dan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.

Tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 28,6% menjadi US$ 10,6 juta serta laba bersih sebesar 17,5% menjadi US$ 69,1 juta. Faktor utama pendongkrak kinerja adalah kenaikan volume produksi emas dari 73 kilogram (kg) menjadi 139 kg serta pendapatan lain-lain yang mencapai US$ 118,7 juta.

Baca juga: Laba BRMS Sentuh Rp1 Triliun

“Dengan realisasi kinerja keuangan tersebut, kami mempertahankan rekomendasi buy saham BRMS dengan target harga Rp 225. Target tersebut merefleksikan 78x P/E untuk 2023,” tulis analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu dalam risetnya.

Target harga tersebut, ungkap dia, didukung peluang Bumi Minerals untuk meningkatkan produksi secara signifikan ke depan setelah pabrik keduanya di Poboya (kapasitas: 4,000 ton bijih emas/hari) mulai beroperasi pada semester II-2022.

“Pabrik tersebut akan menambah kapasitas pengolahan BRMS, yang saat ini sebesar 500 ton/hari. Oleh karena itu, produksi emas BRMS pada FY22-24F akan mencapai 19k, 26k, dan 59k/oz, didukung antara lain rencana ekspansi perseroan serta rencana pembangunan pabrik ketiga dengan kapasitas 4,000 ton bijih/hari pada 1Q24,” tulis Dessy.

Dari sisi harga emas, dia mengatakan, harga emas global saat ini berada pada level US$ 1,984/oz, naik +8,1% selama YTD2022. “Kami memperkirakan harga emas akan cenderung stabil pada 2022, seiring dengan masih kuatnya dolar AS serta arah pasar yang lebih condong ke komoditas batubara dan nikel. Harga emas tahun ini berada di level moderat US$ 1.900 per oz,” tulisnya.

Baca juga: RUPSLB Sahkan Agoes Projosasmito Jadi Presiden Direktur Bumi Minerals (BRMS)

Surya Semesta memperkirakan pertumbuhan produksi emas sebesar +292,1% pada 2022 dan naik berkisar 35% pada 2023, didukung pabrik barunya di Poboya. Lonjakan angka produksi tersebut diperkirakan akan mendorong kenaikan pendapatan perseroan menjadi US$ 45,8-61,8 juta pada 2022-2023.

Surya Semesta memperkirakan laba bersih perseroan mencapai US$ 25 juta tahun ini, dibandingkan tahun lalu US$ 69 juta. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat menjadi US$ 46 juta pada 2022, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 11 juta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN