Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT Pan Brothers Tbk (PBRX). (JG Photo/Yudha Baskoro)

PT Pan Brothers Tbk (PBRX). (JG Photo/Yudha Baskoro)

GUGATAN PKPU DITOLAK

Pan Brothers Percepat Restrukturisasi Utang

Kamis, 29 Juli 2021 | 06:03 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Pan Brothers Tbk (PBRX) tengah berupaya untuk mempercepat proses restrukturisasi utang. Sementara itu, pengadilan telah menolak gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap Pan Brothers yang diajukan oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).

“Proses restrukturisasi jalan terus dan akan selesai sebelum moratorium berakhir pada 28 Desember 2021,” kata Sekretaris Perusahaan Pan Brothers Iswar Deni kepada Investor Daily, Rabu (28/7).

Di sisi lain, Pan Brothers tetap berusaha memenuhi pesanan dari merek-merek yang sudah menjadi buyer perseroan. Hingga saat ini perseroan masih beroperasi dengan normal dengan menerapkan protokol yang sangat ketat tanpa melakukan PHK.

Di masa pandemi ini, perseroan masih terus memproduksi masker kain dan hazmat sebagai inovasi untuk meningkatkan bisnis pada tahun ini. Menurut Iswar, produksi masker kain dan hazmat sudah dilakukan sejak awal pandemi yakni Maret 2020. Tahun lalu, penjualan masker kain dan hazmat berkontribusi sekitar 11% dari total pendapatan perseroan.

Tahun ini masih menjadi tahun yang berat bagi perseroan, terutama karena dampak pandemi Covid-19. Perseroan juga tengah mengalami keterbatasan cash flow akibat dihentikannya fasilitas yang dimiliki. Namun, perseroan meyakini percepatan program vaksinasi dan membaiknya kondisi global akan berdampak positif bagi bisnis Pan Brothers yang berorientasi ekspor.

Kemarin, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengeluarkan saham Pan Brothers dari daftar pemantauan khusus, dimana perseroan masuk dalam kriteria poin 8. Kriteria poin 8 karena perseroan sempat dalam kondisi dimohonkan PKPU.

Penolakan gugatan PKPU terhadap Pan Brothers yang diajukan oleh Bank Maybank Indonesia telah dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri. Pengadilan juga menghukum pemohon PKPU untuk membayar biaya perkara.

Pada pokoknya pertimbangan hukum dalam putusan adalah majelis hakim sependapat dengan dalil yang diajukan perseroan bahwa pengajuan PKPU di Indonesia diajukan kepada debitor yang sama dengan proses di Singapura, sehingga dalam hal ini Bank Maybank Indonesia tidak memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan PKPU.

Kalaupun pemeriksaan tetap dilanjutkan, maka pemeriksaan terhadap hal ini akan menjadi pemeriksaan yang tidak sederhana (bertentangan dengan ketentuan Pasal 8 ayat (4) UU No 37/2004), dan majelis hakim menolak untuk memeriksa perkara untuk menghindari tumpang tindih 2 yurisdiksi hukum penyelesaian perkara.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN