Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mitra Pinasthika Mustika

Mitra Pinasthika Mustika

Pandemi Covid-19, Laba Bersih Mitra Pinasthika Anjlok 72,68%

Selasa, 13 April 2021 | 16:02 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA , Investor.id - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar 32,49% menjadi Rp 11,18 triliun tahun 2020, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 16,56 triliun. Penurunan tersebut berimbas terhadap anjloknya laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik hingga 72,68% menjadi Rp 118,33 miliar.

GM Corporate Communication & Sustainability Mitra Pinasthika Mustika Natalia Lusnita mengatakan, pasar otomotif merupakan sektor usaha yang terkena imbas paling besar dari pandemi Covid19. Secara rinci tahun lalu penjualan mobil nasional di pasar domestik turun signfikan 48,35% dari 1.030.126 unit tahun 2019 menjadi 532.027 unit di tahun 2020.

“Kondisi serupa juga melannda penjualan sepeda motor baru yang turun drastis 43,57% menjadi 4.361.008 unit di tahun 2020, dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar 6.487.460 unit,” jelasnya di kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (13/4).

Sejalan dengan lesunya sektor otomotif dan sektor lainnya, kata dia, industri pembiayaan juga terkena imbas, hal ini tercermin dari penurunan piutang pembiayaan lebih dari 18% secara nasional.

“Penurunan kinerja perseroan tersebut secara umumnya dipicu atas pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir kuartal pertama tahun 2020, dan peningkatan non-performing loan (NPL) menjadi kontribusi utama penurunan kinerja,” ujar dia.

Sebelumnya, Mitra Pinasthika Mustika optimistis dapat mencetak peningkatan penjualan hingga akhir 2021, meski industri otomotif belum sepenuhnya pulih. Perseroan menyiapkan berbagai strategi mulai dari efisiensi hingga mengembangkan bisnis secara non-organik.

Natalia mengungkapkan, strategi tersebut termasuk dalam recovery bisnis yang menjadi fokus perseroan pada 2021. Di tengah pelemahan industri otomotif saat ini, perseroan yakin strategi tersebut dapat meningkatkan kinerja hingga akhir tahun. “Optimisme pasar pada sektor ritel dan distribusi diharapkan mengangkat realisasi pendapatan hingga 15% dan laba yang positif,” jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan mitra-mitra leasing untuk mempermudah penyaluran leasing. Perseroan juga terus berupaya mengembangkan portofolio produk ke konsumen di sektor transportasi dan asuransi. Serta, konsisten melihat peluang untuk mengembangkan bisnis secara non-organik, semisal potensi kerja sama atau aliansi dengan mitra strategis dari industri terkait.

Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure) berkisar Rp 600-700 miliar yang bakal digunakan untuk kegiatan rutin pembelian unit kendaraan baru kegiatan usaha rental MPM Rent. "Untuk target laba bersih, kondisi saat ini masih sangat dinamis untuk kami bisa menetapkan angka pasti, tetapi kami tetap menargetkan positive bottom line," terangnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN