Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi dalam acara Opening Bell Ceremony PT Bank Syariah Indonesia Tbk IDX Debut, Kamis (4/2).

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi dalam acara Opening Bell Ceremony PT Bank Syariah Indonesia Tbk IDX Debut, Kamis (4/2).

Pascamerger, Harga Saham BRIS Meroket 439,2%

Kamis, 4 Februari 2021 | 09:21 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan kode emiten BRIS pascamerger berhasil mencatatkan kenaikan harga saham mencapai 439,2% dari pertama kali melantai (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Mei 2018 dengan harga Rp 510 per lembar saham, menjadi Rp 2.750 per lembar saham per 3 Februari, kemarin.

"Harga saham BRIS waktu IPO hanya Rp 510, sedangkan per 3 Februari kemarin harga saham Rp 2.750. Artinya naik lima kali lipat dari posisi IPO," tutur Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi dalam acara Opening Bell Ceremony PT Bank Syariah Indonesia Tbk IDX Debut, Kamis (4/2).

Selain dari kenaikan signifikan pada harga saham BRIS, kapitalisasi pasar BRIS juga mengalami peningkatan berkat masuknya dua bank syariah lain yakni PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah.

"Market cap BRIS saat IPO itu Rp 4,96 triliun, per 3 Februari kemarin market cap BRIS dengan tambahan saham dari dua bank lain naik puluhan kali lipat menjadi Rp 112,8 triliun," jelas Hery.

Sebagai bank hasil merger, BSI per akhir Desember 2020 memiliki total aset sebesar Rp 240 triliun, pembiayaan yang disalurkan senilai Rp 157 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp 210 triliun per akhir tahun lalu.

Total modal inti BSI senilai Rp 22,6 triliun, menjadikan perseroan berada di kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) III gendut. Diharapkan, pada tahun 2023 BSI bisa naik kelas menjadi BUKU IV dengan modal inti minimal Rp 30 triliun, artinya membutuhkan sekitar Rp 7,4 triliun untuk naik kelas. Ditargetkan pada awal 2022 sudah bisa masuk jajaran bank BUKU IV.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN