Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung SMF. Foto: dok. SMF

Gedung SMF. Foto: dok. SMF

Pefindo Tegaskan Kembali Peringkat A1+ SBK I SMF

Senin, 21 September 2020 | 18:07 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat A1+ untuk surat berharga komersial (SBK) I Tahun 2019 senilai Rp 120 miliar milik PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Peringkat tersebut menggambarkan keinginan perseroan untuk melunasi kewajibannya serta didukung dengan kepemilikan deposito berjangka.

Pefindo menjelaskan bahwa kemampuan SMF untuk melunasi SBK yang jatuh tempo pada 20 November 2020 tersebut tergolong aman. Hal ini dapat dilihat dari kepemilikan deposito berjangka perusahaan senilai Rp 228,5 miliar pada akhir Juni 2020.

“Peringkat efek utang jangka pendek A1+ dikategorikan peringkat tertinggi yang diberikan Pefindo. Peringkat tersebut menggmbarkan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen jangka pendek atas surat utang, relatif terhadap obligor-obligor Indonesia lainnya adalah superior,” ujar analis Pefindo Kreshna Dwinanta Armand dan Hasnalia Hanifah, seperti dikutip Investor Daily, di Jakarta, Senin (21/9).

SMF adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawa misi khusus untuk meningkatkan kepemilikan rumah di Indonesia dengan cara mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dengan memberikan pembiayaan kepada penyalur KPR seperti bank dan perusahaan pembiayaan, dengan jaminan aset KPR yang telah dimiliki. SMF dimiliki secara penuh oleh Pemerintah Indonesia.

Adapun, penerbitan SBK menjadi satu dari beberapa alternatif bagi korporasi untuk meraih pendanaan. Salah satu korporasi yang tengah mempersiapkan penerbitan SBK, adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan target senilai Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. Langkah ini menjadi alternatif sumber pendanaan bagi perseroan.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto pernah menyatakan, selama ini, penerbitan SBK hanya dilakukan oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance, seperti SMF. Hingga kini, belum ada perusahaan infrastruktur seperti Jasa Marga yang menerbitkan SBK.

“Rencananya produk ini seperti discounted bond dan sifatnya tidak lebih dari satu tahun, maksimal satu tahun tenornya,” ujar Eka dalam paparan publik baru-baru ini.

SBK adalah instrumen pasar uang yang memfasilitasi perusahaan menerbitkan surat utang jangka pendek tanpa jaminan di pasar uang. Tenor SBK ini tergolong pendek, yaitu satu bulan, tiga bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan.

Instrumen SBK ini bisa diterbitkan oleh korporasi nonbank yang berbentuk emiten dan memenuhi persyaratan dari BI. Selain itu, perusahaan yang tidak tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bisa menerbitkan SBK ini dengan memenuhi persyaratan dari BI.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN