Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Golf Boulevard Commercial Park

Golf Boulevard Commercial Park

PERINGKAT UTANG SEJUMLAH PENGEMBANG TURUN

Pefindo Tetapkan Peringkat Gagal Bayar Modernland

Selasa, 22 September 2020 | 17:55 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

 

JAKARTA, Investor.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat SD (selective default) kepada PT Modernland Realty Tbk (MDLN). Peringkat tersebut menandakan obligor gagal dalam melaksanakan satu atau lebih kewajibannya.

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengatakan, peringkat SD tersebut berlaku untuk periode 17 September 2020 sampai 1 April 2021. Peringkat tersebut didasarkan pada data laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2020 dan 31 Desember 2019.

"Obligor dengan peringkat SD menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo, baik atas kewajiban yang telah diperingkat atau tidak diperingkat, tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya," kata dia dalam keterangan resmi pada Selasa, (22/9).

Peringkat atas perusahaan tidak berlaku untuk efek utang yang dikeluarkan perusahaan, karena tidak memperhitungkan struktur serta berbagai ketentuan (provision) dari efek utang tersebut, tingkat perlindungan, dan posisi klaim dari pemegang efek utang. Disamping itu, peringkat atas perusahaan tidak memperhitungkan kemampuan penjamin, pemberi asuransi, atau penyedia credit enhancement lainnya yang ikut mendukung suatu efek utang tertentu.

Selain peringkat SD, Pefindo menetapkan peringkat CCC untuk obligasi Berkelanjutan I Tahap I Seri B Tahun 2015 milik Modernland Realty. Penetapan peringkat untuk obligasi senilai Rp 150 miliar tersebut didasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2020 dan 31 Desember 2019.

"Efek utang dengan peringkat CCC saat ini rentan untuk gagal bayar dan tergantung pada kondisi bisnis dan keuangan emiten yang lebih menguntungkan untuk dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang," ungkap Salyadi.

Sementara itu, Modernland Realty melalui Rapat Umum Pemegang Saham Obligasi (RUPO) pada 14 Juli 2020 telah meraih persetujuan untuk melakukan restrukturisasi obligasi. Perseroan akan memperpanjang jatuh tempo obligasi Berkelanjutan I Modernland Realty Tahap I Tahun 2015 Seri B dari 7 Juli 2020 menjadi 7 Juli 2021.

"Tingkat bunga juga turun menjadi 10% per tahun dari sebelumnya 12,5% per tahun. Jaminan juga meningkat menjadi 200% dari jumlah pokok obligasi," terang manajemen. Dengan adanya restrukturisasi ini, saham MDLN bisa kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, saham MDLN disuspensi terhitung 7 Juli 2020.

Emiten Properti

Sementara itu, Fitch Ratings menurunkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Fitch Ratings menurunkan peringkat Agung Podomoro dari CCC- menjadi C. Sementara peringkat obligasi senior sebesar US$ 300 juta tetap berada pada CCC-.

Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Justini Omas mengatakan, penurunan peringkat tersebut dipengaruhi keputusan PT Sinar Menara Deli (SMD), entitas anak perseroan, memperpanjang jangka waktu MTN. Fitch Ratings memandang langkah ini memenuhi kriteria distressed debt exchange (DDE).

"Sehingga Fitch Ratings kembali melakukan rating action terhadap Agung Podomoro setelah perseroan mengungkapkan informasi terkait perpanjangan jangka waktu tersebut pada laporan keuangan periode 30 Juni 2020," jelas dia.

Berdasarkan laporan keuangan Agung Podomoro periode semester I-2020, Sinar Menara Deli telah mengajukan perubahan jangka waktu MTN sebesar Rp 350 miliar dari 370 hari menjadi dua tahun. Sehingga jatuh tempo MTN tersebut berubah menjadi 22 Agustus 2021 dari sebelumnya pada 26 Agustus 2020.

"Sehubungan dengan perubahan tersebut, Sinar Menara Deli sepakat dan telah menandatangani indicative term sheet dengan perubahan ketentuan bahwa bunga MTN terhitung sejak Januari 2021 menjadi 11,61% per tahun dari sebelumnya 11% per tahun," kata dia.

Sebelumnya, Fitch Ratings dan Moody’s Investor Service kompak menurunkan peringkat utang perseroan akibat menipisnya likuiditas perseroan yang membuat ketidakpastian dalam pelunasan utang. Fitch Ratings menurunkan peringkat utang obligasi global perseroan senilai US$ 300 juta dari B- menjadi CCC-. Obligasi global yang diterbitkan oleh APL Realty Holdings Pte Ltd ditawarkan dengan tingkat kupon 5,95%.

APL Realty Holdings Pte Ltd merupakan entitas anak yang seluruh sahamnya dimiliki oleh perseroan. Obligasi senior USD tersebut dijamin dengan jaminan perusahaan dari perseroan dan beberapa entitas anak perseroan. Obligasi senior ini dicatatkan dan diperdagangkan di Singapore Exchange Securities Trading.

Fitch Ratings juga menurunkan peringkat PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari B- menjadi CCC-. Sedangkan peringkat surat utang berdenominasi dolar perseroan yang berjumlah US$ 115 juta dan US$ 370 juta juga diturunkan menjadi CCC- dari B-.

Penurunan peringkat mencerminkan peningkatan risiko likuiditas perseroan untuk membayar surat utang sebesar US$ 115 juta yang akan jatuh tempo pada 22 April 2021. Peningkatan risiko ini termasuk kemampuan dalam membayar tambahan pinjaman bank dan menyelesaikan penjualan aset di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan tergganggunya pasar modal dan keuangan.

Adapun pada 20 Juli 2020 lalu, Alam Sutera berencana menerbitkan obligasi baru dengan nilai US$ 485 juta untuk membayar obligasi sebesar US$ 115 juta yang jatuh tempo pada 2021 dan US$ 370 juta yang jatuh tempo pada 2022. Pemegang saham berencana untuk membahas hal tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham 26 Agustus mendatang.

Alam Sutera menargetkan global bond terbaru ini akan jatuh tempo paling cepat pada 2024. Perseroan belum menentukan jaminan ataupun tingkat kupon yang ditawarkan atas global bond tersebut.(git)

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN