Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.

Peluang Tower Bersama di Industri Telekomunikasi

Selasa, 14 Juli 2020 | 13:04 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  – PT Tower Bersama Infrastrture Tbk (TBIG) optimistis meraih pertumbuhan double digit untuk pendapatan, laba bersih, maupun EBITDA sepanjang tahun ini. Guna mengejar pertumbuhan tersebut, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 2 triliun untuk membangun 2.000 menara secara organik.

Sekretaris Perusahaan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan saat ini, Indonesia tercatat memiliki 6 operator telekomunikasi, yang mayoritas pasarnya dikuasai oleh tiga pemain besar yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata.

Sekretaris Perusahaan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso
Sekretaris Perusahaan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso

Seiring itu, industri menara telekomunikasi digarap oleh banyak pemain, namun hanya dua perusahaan yang memiliki aset menara di atas 10.000 unit.

“Total menara di Indonesia secara industri diperkirakan mencapai 100 ribu menara. Kalau kami punya lebih dari 15.000 site, berarti market share kami sekitar 15%,” tutur Helmy dia saat virtual meeting bersama BeritaSatu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Senin (13/7).

Sementara itu, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang dikendalikan Grup Djarum memiliki jumlah menara 20.914, dengan 36.778 penyewaan hingga kuartal I-2020. Artinya, tenancy ratio menara perusahaan sekitar 1,76 kali.

Standar Ideal 1:1.000

Kinerja keuangan Tower Bersama
Kinerja keuangan Tower Bersama

Untuk menjaga kualitas layanan operator, kata Helmy, sebenarnya ada standar idealnya 1:1.000, atau satu menara melayani 1.000 pengguna dalam satu waktu. Namun, fakta di lapangan khususnya untuk pasar Indonesia adalah rata-rata satu menara digunakan oleh 2.500 pengguna dalam waktu bersamaan.

Hal tersebut merupakan salah satu pemicu layanan data yang tersendat. Tower Bersama memandang rasio yang tidak ideal itu sebagai ruang pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi, setidaknya dalam lima tahun ke depan.

Emiten ini juga mencermati tren permintaan menara di luar Jawa yang kian menjanjikan.

“Membangun menara baru sangat tergantung dari permintaan operator. Satu atau dua tahun terakhir, pertumbuhan di luar Jawa lumayan besar. Mungkin 5 tahun yang lalu 50% menara ada di Jawa, sekarang bisa jadi perbandingan antara permintaan menara di Jawa dan luar Jawa sudah fifty-fifty,” ujar dia. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN