Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder sekaligus Master Introduce Broker (MIB) PT Sarana Digital Future Internasional (SDFI) Idaman Gea

Founder sekaligus Master Introduce Broker (MIB) PT Sarana Digital Future Internasional (SDFI) Idaman Gea

Pemerintah Diminta Perjelas Regulasi Robot Trading

Senin, 17 Mei 2021 | 10:47 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah diminta untuk mengatur dengan tegas penggunaan aplikasi robot trading pada transaksi mata uang asing (foreign excahnge/forex) maupun komoditi. Hal ini terkait dengan keputusan Satgas Waspada Investasi yang memasukkan Autotrade Gold 4.0 sebagai aplikasi investasi ilegal.

Hal ini terkait temuan Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu (7/5), bahwa sebanyak 26 perusahaan abal-abal yang melakukan investasi ilegal. Salah satunya aplikasi Autotrade Gold 4.0 yang merupakan produk dari PT SDFI. SWI menilai bahwa aplikasi Auto Trade Gold 4.0 melakukan investasi robot dan menjalankan money game, sehingga dimasukkan dalam daftar aplikasi investasi ilegal.

Founder sekaligus Master Introduce Broker (MIB) PT Sarana Digital Future Internasional (SDFI) Idaman Gea menyayangkan keputusan SWI yang memasukkan Autotrade Gold 4.0 dalam daftar aplikasi investasi ilegal. "Kami seharusnya dipanggil terlebih dahulu untuk klarifikasi. Aplikasi Autotrade Gold 4.0 ini jelas penyelenggaranya. Aplikasi ini dibuat oleh PT Sarana Digital Internasional (SDI) yang namanya sudah diubah menjadi PT Sarana Digital Future Internasional (SDFI)," ujarnya di Jakarta, Senin (17/5).

Gea mengungkapkan, Autotrade sudah didaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor JID2020077863. Bukan hanya itu, PT SDFI telah memiliki izin operasional aplikasi tersebut dengan nomor AHU-0028437.AH.01.01 Tahun 2020

"Kami tidak paham apa yang menjadi landasan hukum bahwa Autotrade merupakan salah satu jenis kegiatan yang masuk dalam daftar OJK yang dikategorikan sebagai investasi bodong atau moneygame?" tanya Gea.

Sejauh ini, dia mengatakan, Autotrade berada di bawah naungan perusahaan nasional yang berdiri secara sah menurut UU yang berlaku di Indonesia. “Jadi menurut kami, sebuah kesalahan besar jika aplikasi kami ini dinyatakan masukan dalam kriteria investasi bodong," lanjutnya.

Menurut Gea, PT SDFI mempunyai niat yang sangat besar untuk menjalankan seluruh kegiatannya sesuai dengan peraturan dan undang undang yang berlaku di Indonesia. Autotrade tidak menghimpun dana masyarat, sehingga tidak perlu izin OJK.

Namun Gea tidak menampik, apabila ada oknum yang mengatasnamakan Autotrade melakukan pengumpulan dana masyarakat. "Kami tegaskan bahwa perusahaan tidak bertangung jawab atas tindakan oknum-oknum itu. Kami akan menindak pihak-pihak yang menggunakan nama Autotrade yang mengumpulkan dana masyarakat itu," ujarnya.

Gea juga menghimbau supaya komunitas Autotrade tidak terpengaruh atas isu-isu negatif soal aplikasi Autotrade itu. "Kami hanya ingin memberikan solusi terbaik dalam situasi ekonomi masyarakat yang sangat sulit di tengah pandemi covid-19 yang masih belum berujung reda ini," katanya.

Terkait dimasukkannnya Autotrade sebagai aplikasi investasi ilegal, dia mengatakan, tim pengacara PT SDFI akan mendatangi OJK untuk klarifikasi soal aturan robot trading di Indonesia. PT SDFI sangat mendukung SWI OJK dan BAPPEPTI untuk melalukan penertiban dan penutupan semua jenis imvestasi bodong yang merugikan masyarakat, Namun sebelumnya mesti diberi arahan dan pembinaan.

"Kami berkomitmen penuh untuk mengikuti seluruh aturan hukum yang berlaku. Kami juga memohon kepada OJK dan pihak terkait soal regulasi yang jelas bagi perusahaan yang menjual robot trading secara legal di Indonesia. Hal ini untuk mendapatkan kepastian hukum bagi pihak-pihak yang ingin membangun bisnis serupa," terangnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN