Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Pondok Labu. Foto: Joanito De Saojoao

Tol Pondok Labu. Foto: Joanito De Saojoao

Pemulihan Trafik Berlanjut, Jasa Marga Kembali Melaju

Rabu, 14 April 2021 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Berlanjutnya tren pemulihan trafik kendaraan di ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun ini. Pertumbuhan juga bakal didukung oleh kenaikan tarif.

Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengungkapkan, pendapatan ruas tol Jasa Marga diproyeksi kembali melanjutkan peningkatan pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal IV-2020.

“Optimisme ini seiring peningkatan kepercayaan publik setelah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diharapkan berdampak pada normalnya aktivitas ekonomi,” tulis Ryan dan Andrey dalam risetnya.

Sementara itu, keputusan pemerintah untuk melarang mudik Lebaran bisa berimbas negatif terhadap trafik lalu lintas di ruas tol Jasa Marga. Namun, dampaknya kemungkinan bersifat sementara. Hal ini mendorong RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 6.000.

Jalan Tol Serpong-Cinere memiliki panjang keseluruhan 10,14 Km.
Jalan Tol Serpong-Cinere memiliki panjang keseluruhan 10,14 Km.

Target harga tersebut merefleksikan tren pertumbuhan kinerja keuangan, seiring dengan ekspektasi mulai pulihnya trafik jalan tol yang dikelola perseroan.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih Jasa Marga menjadi Rp 1,78 triliun tahun ini dibandingkan rugi bersih tahun lalu Rp 586 miliar. Begitu juga dengan pendapatan diharapkan meningkat dari Rp 9,58 triliun menjadi Rp 12,05 triliun.

Terkait pemulihan pendapatan bisnis jalan tol, Ryan dan Andrey menyebutkan bahwa itu terlihat dalam beberapa kuartal terakhir. Berdasarkan data, pendapatan tol Jasa Marga pada kuartal IV-2020 meningkat 10,1% menjadi Rp 2,7 triliun dibandingkan kuartal III-2020. Namun, perolehan tersebut turun 9,3% dari kuartal sama tahun sebelumnya.

“Pemulihan pendapatan perseroan sejalan dengan pemulihan trafik ruas tol yang dikelolanya. Hingga kuartal akhir 2020, volume kendaraan yang melewati tol perseroan telah mencapai 90% dari kondisi normal dibandingkan dengan kuartal II-2020 yang hanya mencapai 40% dari kondisi normal,” jelas Ryan dan Andrey.

Harga saham JSMR dalam satu dekade terakhir, prospek saham JSMR, dan kinerja keuangan Jasa Marga
Harga saham JSMR dalam satu dekade terakhir, prospek saham JSMR, dan kinerja keuangan Jasa Marga

RHB Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap Jasa Marga atas keberhasilannya dalam menahan penurunan EBITDA yang hanya 2% pada 2020 menjadi Rp 6,2 triliun. Bahkan, EBITDA kuartal IV-2020 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Sejumlah faktor tersebut mengindikasikan bahwa tren pemulihan kinerja keuangan perseroan sedang berlangsung yang tercermin dalam lonjakan laba bersih perseroan pada kuartal IV-2020 menjadi Rp 343 miliar atau naik 537,4% dari kuartal III-2020.

Lonjakan laba ini berasal dari keuntungan perusahaan patungan senilai Rp 362 miliar. Meski demikian, perseroan mencatat peningkatan biaya keuangan hingga Rp 1,1 triliun pada tahun lalu setelah pengoperasian tol Manado-Bitung, Balikpapan-Samarinda, dan Japek Layang.

Hal ini membuat total laba bersih Jasa Marga turun 77% menjadi Rp 501 miliar pada 2020.

“Realisasi tersebut sudah setara dengan 107% dari target kami dan 97% dari konsensus analis,” ungkap Ryan dan Andrey.

Melampaui Target

Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi laba bersih Jasa Marga senilai Rp 501 miliar pada 2020 sudah melampaui ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan sejalan dengan konsensus analis.

Gerbang Tol Pamulang
Gerbang Tol Pamulang

Perseroan juga telah menunjukkan trafik di sejumlah ruas tol yang hampir pulih. “Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 205,3% dari target kami dan setara dengan 97,5% dari konsensus analis. Adapun faktor utama penekan keuntungan adalah penurunan pendapatan dan margin keuntungan akibat pembatasan sosial selama pandemi Covid-19,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.

Penurunan keuntungan juga dipicu oleh lonjakan beban bunga mencapai 50% menjadi Rp 3,6 triliun pada 2020 setelah dioperasikannya sejumlah ruas tol. Total utang perseroan naik menjadi Rp 64 triliun pada 2020 dibandingkan akhir tahun sebelumnya Rp 42,9 triliun, sehingga DER perseroan naik dari 1,85 kali menjadi 2,58 kali.

Namun, realisasi laba bersih yang jauh di atas ekspektasi mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 5.900. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan peningkatan pendapatan dari bisnis tol sebesar 14% tahun ini, setelah rata-rata pendapatan harian tahun lalu sudah mencapai 82,5% dari rata-rata normal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN