Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk atau Wika. Foto: Perseroan.

Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk atau Wika. Foto: Perseroan.

Penawaran Obligasi Wika Oversubscribed 2,3 Kali

Minggu, 28 Februari 2021 | 18:30 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,3 kali untuk penerbitan obligasi dan sukuk dengan total Rp 3 triliun. Angka tersebut diperoleh dari hasial pelaksanaan penawaran obligasi dan sukuk selama 25-26 Februari.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan, dana hasil emisi surat utang ini akan memperbaiki struktur utang perseroan, lantaran utang yang jatuh tempo pindah posisi ke pinjaman jangka panjang.

“Obligasi dan sukuk adalah instrumen yang tepat bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan jangka panjang dengan tingkat suku bunga yang kompetitif,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (28/2).

Wika telah menggelar penawaran obligasi dan sukuk selama 25-26 Februari. Distribusi surat utang tersebut akan dilakukan pada 3 Maret, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Maret. Para penjamin pelaksana yang menangani aksi ini antara lain PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia.

Rincian surat utang tersebut antara lain obligasi berkelanjutan I tahap II senilai Rp 2,5 triliun. Obligasi dirilis dalam tiga seri, yakni seri A sebanyak Rp 495 miliar memiliki bunga 8,50% per tahun dengan tenor 3 tahun, seri B sebanyak Rp 745,5 miliar memiliki bunga 9,10% per tahun dengan tenor 5 tahun, dan seri C sebanyak Rp 1,25 triliun memiliki bunga 9,75% per tahun dengan tenor 7 tahun.

Sementara itu, sukuk mudharaba berkelanjutan I tahap II senilai Rp 500 miliar juga terbagi dalam tiga seri, antara lain seri A senilai Rp 134,30 miliar, dan nisbah 37,28% dari pendapatan yang dihasilkan dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 8,50% per tahun bertenor 3 tahun.

Selanjutnya, seri B sebanyak Rp 211,60 miliar, dan nisbah 39,91% dari pendapatan yang dihasilkan dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 9,10% per tahun bertenor 5 tahun. Sedangkan seri C sebanyak Rp 154,10 miliar, dan nisbah 42,76% dari pendapatan yang dihasilkan dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 9,75% per tahun bertenor 7 tahun.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat A untuk obligasi, dan A syariah untuk sukuk mudharabah. Penerbitan surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I yang memiliki total plafon Rp 4 triliun, dan Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I yang memiliki target hingga Rp 1 triliun.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN