Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melayani pelanggan di galeri Smartfren di Jakarta.  Foto ilustrasi: Dok Investor Daily

Karyawan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melayani pelanggan di galeri Smartfren di Jakarta. Foto ilustrasi: Dok Investor Daily

Pendapatan Smartfren Telecom Tumbuh 41,1%

Kamis, 4 Juni 2020 | 13:22 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id- PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) membukukan lonjakan pendapatan sebesar 41,13% menjadi Rp 1,99 triliun hingga kuartal I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,41 triliun.

Manajemen perseroan mengatakan, peningkatan pendapatan usaha ini berasal dari pertumbuhan jasa telekomunikasi data perseroan menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 1,33 triliun dan jasa telekomunikasi non data sejumlah Rp 105,98 miliar dari semula Rp 60,09 miliar.

Kemudian, jasa interkoneksi juga mengalami peningkatan menjadi Rp 24,01 miliar dari periode sama tahun lalu yakni Rp 9,16 miliar, diikut dengan peningkatan pendapatan lain-lain menjadi Rp 56,19 miliar dari semula Rp 4,33 miliar.

Namun demikian beban usaha juga terdongkrak 14,15% menjadi Rp 2,42 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,12 triliun. “Dengan demikian, rugi usaha perseroan sepanjang kuartal I-2020 mengalami penurunan sebesar 39,48% menjadi Rp 432,16 miliar dari periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 714,09 miliar,” ujar manajemen perseroan dalam laporan keuangan triwulan I di Jakarta, Kamis (4/6).

Sementara itu, beban lain-lain bersih perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp 1,54 triliun jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang membukukan pendapatan lain-lain bersih sejumlah Rp 64,67 miliar. Perolehan ini disebabkan oleh rugi kurs mata uang asing yang tercatat sejumlah Rp 1,26 triliun dari laba kurs tahun lalu, yakni Rp 201,97 miliar.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan rugi sebelum pajak yang sebesar 204,37% menjadi 1,97 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang memperoleh Rp 649,42 miliar. Sedangkan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahan tercatat naik 318,47% menjadi Rp 1,77 triliun dari periode kuartal I-2019 yakni Rp 424,66 miliar.

Secara total aset, hingga periode 31 Maret 2020 perseroan mencatatkan kenaikan menjadi Rp 33,08 triliun apabila dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang memperoleh Rp 27,65 triliun. Total liabiliat juga meningkat menjadi Rp 22,13 triliun dari semula Rp 14,91 triliun dan total ekuitas menurun menjadi Rp 10,95 triliun dari sebelumnya Rp 12,73 triliun.

Di sisi lain, berdasarkan informasi laporan keuangan perseroan, pihaknya mengumumkan bahwa saham yang telah diterbitkan dan berasal dari pelaksanaan waran seri II sampai dengan 18 Mei 2020 berjumlah sebanyak 24,84 miliar. Dengan demikian, waran seri II yang beredar saat ini sebesar 11,44 miliar.

Kemudian, pandemi Covid-19 yang saat ini tengah mengganggu perekonomian global termasuk Indonesia, dan membuat pemerintah menerbitkan berbagai kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghentikan penyebaran virus tersebut, tidak memberikan dampak yang besar terhadao bisnis dan operasioabl grup perseroan.

Manajemen perseroan menyampaikan bahwa tidak melihat adanya ketidakpastian material yang akan menimbulkan kerugian yang signifikan terhadap bisnis dan operasional grup maupun menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN