Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Foto: PR/Beritasatu.com.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Foto: PR/Beritasatu.com.

Pengelola Alfamart Siapkan 'Capex' Hingga Rp 3 Triliun

Senin, 10 Mei 2021 | 06:10 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart, mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,5-3 triliun tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai penambahan gerai baru dan memperpanjang sewa gerai.

Corporate Affairs Director Sumber Alfaria Trijaya Solihin mengatakan, ada dua fokus utama Sumber Alfaria dalam penggunaan belanja modal tahun ini. Pertama adalah untuk memperpanjang masa sewa yang akan berakhir. "Ada beberapa gerai kami yang masa sewanya akan berakhir, sehingga otomatis harus diperpanjang," jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (9/5).

Kemudian, perseroan akan memanfaatkan sebagian belanja modal tersebut untuk membiayai penambahan gerai baru yang saat ini sudah mencapai 17.538 gerai. Menurut rencana, perseroan akan menambah 650-800 gerai baru tahun ini.

Pada akhir 2020, toko atau gerai yang dimiliki Alfaria mayoritas tersebar di Pulau Jawa, yakni 37% di wilayah Jawa non Jabodetabek dan 32% di wilayah Jabodetabek. Sementara 31% lainnya baru berada di luar Jawa.

Namun, dalam lima tahun terakhir ini, manajemen memfokuskan pergeseran pembukaan toko dari wilayah Jabodetabek ke luar Pulau Jawa. Manajemen mencatat, pada 2019, pembukaan toko di luar Pulau Jawa baru mencapai 29,7%, namun pada 2020 sudah meningkat menjadi 30,7%.

Dengan strategi penambahan gerai baru yang berpusat di luar Pulau Jawa ini, Sumber Alfaria berharap mendapatkan pertumbuhan pendapatan yang moderat pada tahun ini. Sementara pada akhir 2020, Sumber Alfaria bisa mencetak pendapatan sebesar Rp 75,82 triliun atau meningkat 3,95% dibandingkan akhir 2019 yang mencapai Rp 72,94 triliun.

Namun peningkatan pendapatan ini tidak bisa mendorong peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Pada akhir 2020, Sumber Alfaria mencatat penurunan laba sebesar 4,67% menjadi Rp 1,06 triliun.

Meski demikian, Sumber Alfaria tetap membukukan peningkatan aset sebesar 8,25% menjadi Rp 25,97 triliun. Peningkatan aset ini juga diiringi oleh peningkatan liabilitas sebesar 7,17% menjadi Rp 18,33 triliun.

Rights Issue

Adapun Sumber Alfaria berencana menggalang pendanaan dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi rights issue ini dilakukan untuk mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang.

Jumlah saham baru yang diterbitkan dalam rights issue ini adalah 5 miliar unit dengan nilai nominal Rp 10. Pemegang saham yang tidak melakukan haknya dalam rights issue itu akan terdilusi maksimal 10,75%.

Dana dari rights issue ini akan digunakan untuk investasi pada perusahaan berbasis teknologi. Perusahaan ini akan bersinergi dengan Alfamart dalam mengembangkan kegiatan usahanya.

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya disebutkan, Sumber Alfaria akan mengembangkan lini usaha baru di bidang restoran dan kafe di tempat usahanya. Sedangkan selama ini, Sumber Alfaria sudah menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar dan eceran, industri makanan, jasa keuangan, jasa konstruksi, industri percetakan, bidang pengangkutan dan pergudangan, penyewaan dan real estat.

Lini usaha baru ini akan berada di bawah bendera Alfa X serta coffee corner bernama Bean Spot. Alfa X ini akan hadir dengan konsep minimarket modern dengan fasilitas coworking space serta penjualan makanan dan minuman.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN