Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas sedang membersihkan lantai dengan latar monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.  Foto ilustrasi: BeritaPhoto/Uthan

Petugas sedang membersihkan lantai dengan latar monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: BeritaPhoto/Uthan

Pengumuman Terbuka BPK Kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk Menjual Enam Saham Bisa Picu Kerugian Investor

Kamis, 24 Juni 2021 | 07:18 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Pengumuman terbuka Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang merekomendasikan BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan take profit atau cut loss atas enam saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdampak negatif terhadap saham-saham tersebut dan investor publiknya.

Dalam laporan ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) Semester II 2020, BPK meminta BPJS Ketenagakerjaan segera membuat mekanisme cut loss secara jelas dan tegas pada investasi saham dan reksadana. Perseroan diminta untuk melakukan take profit atau cut loss pada saham-saham yang tidak ditransaksikan, seperti saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Karakatau Steel Tbk (KRAS), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT London Sumatera Indosia Tbk (LSIP), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

BPK Juga meminta BPJS untuk melakukan rekomposisi kepemilikan reksadana guna mengantisipasi terjadinya ketidakstabilan kondisi pasar dengan mempertimbangkan risiko dan hasil investasi yang lebih optimal. Perseroan juga diminta untuk menyusun dan menerapkan langkah-langkah pemulihan unrealized loss secara rinci dan tidak hanya menggantungkan pada faktor uncontrollable seperti IHSG serta memulihkan likuiditas dan solvabilitas program JHT minimal pada angka 100%.

“Pengunuman terbuka oleh BPK terkait dengan rekomendasi kepada BPJS untuk melakukan take profit atau cut loss pada saham-saham di bursa dengan menyebutkan nama emiten berimbas besar terhadap penurunan harga saham-saham tersebut. Bahkan, menimbulkan presepsi liar terhadap saham-saham emiten tersebut dan bisa merugikan investor di pasar modal” ujar Pengamat Pasar Modal Marolop Alfred Nainggolan mengatakan di Jakarta, Kamis (24/6).

Dia melanjutkan, BPK seharusnya menyadari bahwa pernyataan terbuka tersebut bisa menimbulkan kepanikan dan menggiring adanya aksi jual masif terhadap saham-saham tersebut, mengingat skala BPJS sebagai pemegang saham institusi besar. “Bisa jadi di bursa negara lain, rekomendasi demikian bisa menjadi masalah hukum baru, karena pengumuman tersebut berdampak kerugian tidak hanya investor, tapi juga emitennya,” terangnya.

Alangkah arifnya, menurut dia, apabila hasil-hasil temuan tersebut sifatnya tertutup tidak di dibuka kepada publik. “Karena sekali lagi ada pihak lain dalam hal ini investor atau pemegang saham, termasuk investor asing, emiten, dan juga image pasar modal kita,” terangnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN