Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Medco Energi. Foto: IST

Medco Energi. Foto: IST

Percepat Pelunasan Obligasi, Medco Siapkan Dana US$ 221,6 Juta

Senin, 10 Agustus 2020 | 22:41 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bersiap mempercepat pelunasan lima seri obligasi rupiah yang jatuh tempo pada 2021, dengan anggaran senilai US$ 221,6 juta. Pendanaan akan ditarik dari rekening escrow perseroan yang berasal dari penerbitan obligasi global (global bond) pada Januari lalu.

Direktur Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan, obligasi rupiah yang dibayarkan lebih cepat sudah tertuang dalam prospektus global bond yang diterbitkan sebelumnya. “Aksi mengurangi utang merupakan salah satu upaya perseroan untuk memperkuat struktur kapital,” kata dia kepada Investor Daily, Senin (10/8).

Lima seri surat utang tersebut adalah Obligasi Berkelanjutan II Tahap VI Tahun 2017 Seri A yang memiliki tingkat bunga 10,3% dan jatuh tempo pada 28 Maret 2021. Nilai obligasi ini sebesar Rp 415 miliar. Kemudian, Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018 Seri A dengan tingkat bunga 8,75% yang jatuh tempo pada 29 Maret 2021. Nilai pokoknya mencapai Rp 282,5 miliar.

Selain itu, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2016 Seri B yang memiliki tingkat bunga 11,3% dan jatuh tempo 15 Juli 2021. Nilai pokoknya Rp 923 miliar. Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018 Seri A dengan bunga 10% dan jatuh tempo 28 September 2021. Nilai pokoknya Rp 1,15 triliun.

Tak ketinggalan, Medco berniat membayar Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016 Seri B dengan bunga 11,3% dan jatuh tempo 30 September 2021.  Nilai pokok surat utang ini sebesar Rp 701 miliar. Namun, Medco hanya akan membayar sebagian.

Selain pelunasan utang, perseroan juga bersiap merealisasikan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Sebelumnya, manajemen menjadwalkan rights issue bisa tuntas pada kuartal III-2020 dengan target dana hingga US$ 150 juta.

Pemegang saham Medco telah menyetujui rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2020. Perseroan berencana menerbitkan hingga 7,5 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian.

Pemegang Saham Pengendali

Medco Energi telah mendapat konfirmasi mengenai pemegang saham pengendali perseroan, yakni PT Medco Daya Abadi Lestari, perihal kepastian untuk menggunakan seluruh haknya dalam HMETD. Saat ini, Medco Daya Abadi menguasai 50,01% saham perseroan.

Sampai saat ini, manajemen Medco menyebutkan bahwa dana yang diperoleh dari rights issue belum dapat dikaitkan secara spesifik dengan rencana bisnis tertentu. Namun, modal kerja dibutuhkan untuk mendukung biaya operasional kegiatan perseroan dan anak usaha.

Lantaran tahun lalu perseroan mengalami kerugian, saat ini manajemen tengah melakukan berbagai upaya sinergi sejumlah aset. Medco turut melakukan strategi efisiensi dan belanja operasional perseroan.

Tahun ini, perseroan memangkas belanja modal menjadi di bawah US$ 240 juta dari rencana semula US$ 340 juta. Sebanyak US$ 180 juta dari alokasi capex untuk segmen minyak dan gas, sedangkan US$ 60 juta untuk segmen kelistrikan.

Manajemen Medco menjelaskan, pembatasan sosial dan lockdown yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan turunnya aktifitas perekonomian yang secara tidak langsung berdampak pada turunnya pemintaan minyak dan gas yang diproduksi perseroan. Namun, manajemen menegaskan, sampai saat ini tidak terdapat pembatalan kontrak dari pelanggan perseroan yang mempengaruhi operasional perseroan secara signifikan.

Terkait peluang akuisisi aset migas ke depan, manajemen menyatakan perseroan tetap mempertahankan pendekatan proaktif dalam manajemen portofolio, termasuk kegiatan merger dan akuisisi bila perlu. Seperti sebelumnya, perseroan akan memastikan setiap akuisisi bisa memberikan nilai tambah, meningkatkan metrik kredit perseroan, dan risiko dapat dikelola.

Tahun ini, Medco Energi berharap mampu memproduksi minyak dan gas sebesar 100 million barrel oil of equivalent per day (mboepd) hingga 105 mboepd. Target produksi tersebut dengan target biaya tunai produksi migas berada di bawah level US$ 10 per boe.

Pada 13 Juli lalu, perseroan berhasil memproduksi gas perdana dari lapangan Meliwis yang terletak di wilayah kerja lepas pantai Madura, Jawa Timur. Pengembangan sumur dilakukan perseroan sejak 2016.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN