Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kripto. (Pixabay)

Kripto. (Pixabay)

Pergerakan Aset Kripto Masih Terbebani Selama Agustus, tapi Ada yang Menarik Nih

Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:00 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto di bulan Agustus ini masih dalam periode bearish, namun jika dilihat dari teknikal terlihat baik karena Bitcoin (BTC) sudah sempat breakout dari level krusialnya dan sempat menyentuh US$ 24.500. Untuk itu, bisa dibilang bahwa Agustus ini bisa menjadi momen baik untuk BTC.

“Reli positif kemungkinan akan terus berlanjut meski potensi terjadinya koreksi masih mungkin terjadi, karena Agustus ini cenderung tenang dari sisi sentimen terutama dari sisi makro,” kata CEO Digital Exchange Duwi Sudarto Putra kepada Investor Daily, Rabu (3/8/2022).

Seperti diketahui bersama bahwa The Fed mengeluarkan pengumuman yang berisi tidak akan mengubah kebijakan suku bunganya pada bulan ini sampai September mendatang, walaupun risiko kenaikan inflasi tetap ada dengan adanya pengumuman Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang jatuh tempo 10 Agustus nanti.

“Bisa dibilang saat ini menjadi kesempatan baik untuk mengambil keuntungan dalam jangka pendek dikarenakan jika BTC berada di bawah level support US$ 21.500 maka kemungkinan akan terjerumus masuk kembali ke fase bearish,” ucap Duwi.

Baca juga: Selain Ethereum, Ini 4 Koin Kripto yang Bakal Bikin Kamu Cuan Pekan Ini

Untuk aset kripto yang berpotensi cuan, ia pun memprediksi untuk beberapa koin berikut. Pertama, Doge, selain didukung Elon Musk, Doge menjadi salah satu koin yang banyak ditelusuri menurut Google trends. Tahun 2022 ini developer Doge mengeluarkan roadmap terbaru dengan adanya mekanisme baru Proof of Stake yang mana pemilik Doge bisa melakukan stacking dan menghasilkan keuntungan secara pasif. Kemudian faktor vitalik butterin selaku pencipta Ethereum yang mendukung dan mengembangkan Doge ini.

Kedua, BNB, bisa dibilang memiliki fundamental yang kuat karena banyak kegunaan dari aset tersebut. Ketiga,Solana, saat ini didukung oleh beberapa perusahaan besar seperti Apple, Intel, Google, Microsoft, Qualcomm, Twitter, Dropbox, dan masih banyak lagi yang memiliki potensi kenaikan harga kedepannya.

Keempat, Ethereum, dengan adanya Ethereum 2.0 yang memungkinkan menangani 100.000 transaksi perdetik kemudian fee transaksi yang berkurang drastis yang mana peningkatan ini akan menarik lebih banyak pengembang ke blockchain Ethereum yang telah banyak digunakan.

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo juga menilai, secara luas potensi kripto secara umum masih terbebani. Kenaikan BTC 27% di bulan Juli menjadi bulan terbaik sejak Oktober. Sedangkan Ethereum turun lebih dari 5% pada awal minggu,setelah membukukan kenaikan 70% bulan lalu, yang terbaik sejak Januari 2021.

Baca juga: Peretas Habiskan Hampir US$ 200 Juta dari Startup Kripto

Bitcoin telah jatuh di bawah US$ 20.000 selama akhir Juni dan Juli ditengah kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga dan inflasi, serta masalah internal aset kripto seperti ledakan ekosistem Terra/Luna dan dana lindung nilai Three Arrows Capital.

Harga saat ini masih jauh dari rekor puncak November, tetapi mulai menunjukkan beberapa kekuatan akhir-akhir ini karena pasar saham juga reli. Pada bulan Juli, S&P 500 naik 9%, terbesar sejak November 2020. “Namun, bulan Agustus masih merupakan bulan yang rentan bagi dunia Kripto, akan ada sejumlah serangan volatilitas lebih lanjut,” kata Sutopo.

Kripto dan saham, sambungnya telah berkorelasi positif satu sama lain, terutama  pada mega caps. Hasil laporan pendapatan yang solid dari perusahaan teknologi berkapitalisasi besar, kemungkinan membantu meningkatkan sentimen risiko untuk mengangkat kripto lebih tinggi.

Bitcoin mengakhiri minggu perdagangan di seputaran level US$ 23.564, dan terus bergerak dalam koreksi serta mengalami kecenderungan untuk mengalami pelemahan. Pergerakan dari aset ini memiliki kecenderungan bearish. Saat ini potensi pergerakan BTC akan mengalami penurunan dan akan menguji nilai resistensi di seputaran US$ 25.000. Potensi rebound sangat kuat dan target potensial penurunan di seputaran level US$ 20.000 dengan penurunan maksimal di level US$ 19.000.

Baca juga: Apa Itu KYC di Dunia Kripto dan Manfaatnya, Ini Dia...

Prediksi harga BTC akan mengalami pelemahan dan diperdagangkan antara level US$ 21.000 sampai menuju US$ 23.000. Tendensi bearish masih terus menjadi tema utama tapi koreksi pembalikan masih mempunyai peluang walaupun peluang tersebut tidak sebesar seperti bulan lalu.

Tambah Sutopo, jika BTC melemah kembali dan cenderung bergerak di bawah level US$ 23.000, kemungkinan akan lebih turun lagi dan kembali masuk ke zona US$ 20.000, Para analis kripto berpendapat bahwa BTC kemungkinan akan bergerak lebih rendah dengan batas acuan terendah berada di level US$ 18.000. Rata-rata kinerja aset kripto masih di bawah performa terhadap USD dalam pekan ini.

“Kalau bulan ini, untuk koin-koinnya untuk trading jangka pendek masih koin-koin top 10,” kata Sutopo.

Sementara itu, Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar Christopher Tahir mengatakan, saat ini pasar sedang menelaah, ada dua hal bersebrangan yaitu kenaikan suku bunga dan GDP yang pertumbuhannya negatif.

“Orang-orang mempertanyakan apakah Bitcoin dan lainnya layak jadi inflation hedge dan juga aset anti badai setelah penurunan signifikannya. Dalam artian, dibandingkan dengan saham dan komoditas. Kalau saya melihat, dengan harga Bitcoin dekat dengan rata-rata harga beli pemain besar, maka ada potensi harga akan dikerek, mungkin tidak sekarang, namun bisa saja cukup lama,” kata Christopher.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com