Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini

Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini

Perluas Distribusi, Bahana TCW Pasarkan Reksa Dana Syariah Kesehatan

Selasa, 12 Juli 2022 | 15:35 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bahana TCW Investment Management memperluas distribusi produk terbaru, yakni reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity. Produk tersebut fokus pada investasi di saham-saham perusahaan industri kesehatan global.

Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini menilai, sektor kesehatan termasuk sektor yang tangguh (resilience) di tengah perekonomian global yang tertekan fase stagflasi atau minim pertumbuhan ekonomi di tengah tingginya inflasi. Pasalnya, sektor kesehatan tergolong industri yang defensif dan esensial, sehingga berinvestasi pada perusahaan healthcare dianggap salah satu alternatif menarik, sesuai kondisi makro ekonomi saat ini.

“Sementara kemitraan kami bersama Franklin Templeton dan Standard Chartered Bank adalah untuk memperluas jalur distribusi reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity. Reksa dana syariah saham luar negeri pertama di Indonesia yang fokus di industri kesehatan global,” ujar Rukmi, Selasa (12/7/2022).

Mengacu pada data Forbes Advisor, sektor kesehatan di Amerika Serikat (AS) menjadi sektor paling potensial untuk jangka menengah maupun panjang. Terlihat dari tingkat pengeluaran kesehatan masyarakat AS yang menyumbang hampir 18% dari produk domestik bruto (PDB) AS pada akhir 2019. Hal ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai US$ 6 triliun per tahun atau setara 19,7% dari PDB AS pada 2028.

Baca juga: Euforia UU TPKS Membahana di Media Sosial

Proyeksi positif sektor kesehatan juga dipicu meningkatnya kesadaran masyarakat global akan pentingnya kesehatan pasca-pandemi. Terlebih, pertumbuhan sektor kesehatan juga akan didorong pelibatan teknologi, tren populasi yang semakin menua, dan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan untuk penyakit tidak menular serta kondisi kronis lainnya.

Rukmi menginformasikan, komposisi portofolio reksa dana ini adalah lebih dari 50% ditempatkan pada sektor unggulan di pasar AS, sisanya diinvestasikan di sejumlah negara ekonomi utama dunia, antara lain Jepang, Perancis, Jerman, Inggris dan Australia. Produk Reksa dana syariah ini dapat dibeli dengan minimum pembelian mulai dari US$ 10 ribu.

Menurut dia, produk ini melengkapi alternatif investasi bagi masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan dananya. Rukmi menambahkan, Bahana TCW telah berpengalaman lebih dari 25 tahun sebagai pengelola investasi dengan diversifikasi portofolio investasi mulai dari produk reksa dana dan kontrak pengelolaan dana bilateral, hingga investasi alternatif lainnya.

“Setiap produk investasi dirancang guna memenuhi kebutuhan investasi masyarakat Indonesia. Selain itu, pengembangan dan distribusi produk investasi dilakukan dengan pola kemitraan strategis bersama institusi keuangan terkemuka dunia,” tandas Rukmi.

Bahana TCW secara resmi menunjuk Standard Chartered Indonesia sebagai salah satu agen penjual reksa dana tersebut.

Baca juga: Gandeng Bahana TCW, DBS Treasure Luncurkan Produk Reksa Dana Kesehatan

Head of Wealth Management Standard Chartered Indonesia Meru Arumdalu mengatakan, belum lama ini, Standard Chartered Bank baru saja mengeluarkan Global Market Outlook untuk periode semester II-2022. Laporan tersebut membahas langkah kehati-hatian yang harus diterapkan bank-bank sentral di seluruh dunia untuk menjaga inflasi serta menghindari terjadinya resesi perekonomian.

“Kami memperkirakan bahwa inflasi akan mereda hanya secara bertahap dan menyebabkan The Fed mempertahankan sikap agresifnya. Menyikapi kondisi ini, sejumlah industri dinilai sebagai defensive sector atau saham defensif, seperti industri healthcare, energy, dan financials di Amerika dan Eropa,” sebut Meru.

Meru berharap, penambahan reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity pada pilihan produk investasi Standard Chartered Bank, dapat memberikan alternatif bagi nasabah untuk mencapai tujuan keuangannya.

Berkolaborasi dengan Franklin Templeton yang memiliki pengalaman serta kapabilitas global dalam rancangan strateginya, produk ini menerapkan prinsip syariah dan mengintegrasikan ESG dalam pengelolaan portofolio produk.

Baca juga: 

Bahana TCW percaya, perkembangan situasi menuju endemi saat ini didukung perkembangan teknologi yang akan mendorong banyak perbaikan. Antara lain, pembuatan obat lebih efektif, pengoperasian data pasien kian efisien, pelayanan kesehatan semakin canggih, kemampuan tenaga ahli semakin andal, serta pengalaman pasien yang semakin dimudahkan.

Kemajuan yang diprediksi akan terus berkembang tersebut akan berdampak pada permintaan yang semakin beragam, sehingga membuat industri kesehatan menjadi salah satu industri yang menjanjikan bagi para investor.

Head of Retail Sales Southeast Asia Franklin Templeton, Clement Lee mengaku senang dapat bekerja sama dengan Bahana TCW untuk mendukung kemampuan investasi baru yang menarik bagi investor syariah Indonesia.

“Kami melihat peluang besar dalam industri kesehatan global seiring meningkatnya kemajuan teknologi yang semakin cepat dan tren demografis jangka panjang. Dengan latar belakang ketidakpastian makroekonomi global dalam jangka pendek ini, sektor kesehatan tetap menjadi sektor yang menguntungkan dan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dan paling defensif," papar Clement. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com