Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Tokocrypto Pang Xue Kai (kiri) dan CEO BRI Ventures Nicko Widjaja (kanan) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Tokocrypto dengan BRI Ventures di T-Hub Batu Belig, Bali pada 20 Januari 2022.

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai (kiri) dan CEO BRI Ventures Nicko Widjaja (kanan) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Tokocrypto dengan BRI Ventures di T-Hub Batu Belig, Bali pada 20 Januari 2022.

Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:57 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Batch 1 meluluskan 12 startup blockchain terpilih yang berhasil mendapatkan pelatihan dan bimbingan dari mentor terkemuka di industrinya. Program TSBA ini sendiri adalah inisiasi Tokocrypto bekerja sama dengan BRI Ventures. 

TokoLabs dari Tokocrypto telah membantu berbagai project blockchain terbaru dari startup peserta TSBA Batch 1 dengan dukungan teknologi, jaringan komunitas dan juga memungkinkan mereka untuk mendapatkan akses ke peluang pendanaan.

Peserta startup TSBA Batch 1 mendapat dukungan yang diperlukan untuk penggalangan dana, membuat manajemen tim yang solid, pengembangan teknologi blockchain, penasihat project dan tokenomics untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam industri blockchain. 

Adapun, 12 startup finalis terpilih dalam program ini termasuk, VC Gamers, Nanobyte, Avarik Saga, Creo Engine, Eizper Chain, Duckie Land, Play Fix, Play it Forward DAO, Mythic Protocol, getKupon, Avarta dan Survein. “Start-up yang terpilih merupakan cerminan dari berkembangnya ekosistem blockchain di Indonesia, dan ini baru permulaan. Dua tahun lalu, istilah blockchain tampak asing, tetapi hari ini blockchain telah menjadi penggerak yang kuat dalam dunia digital dengan bentuk berupa NFT, DeFi, dan bahkan GameFi. Di Tokocrypto, kami bangga dapat mendisrupsi industri ini,” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto dalam keterangan resmi dikutip Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Tokocrypto & BRI Ventures Lansir 13 Peserta TSBA Angkatan Perdana

TSBA telah menginkubasi dan mengembangkan project dari peserta start-up terpilih dalam 4 pilar utama, yakni branding dan marketing, strategi investasi, taktik lanskap investasi, dan akses ke peluang pendanaan. Mereka juga dapat dukungan mentoring dari para mentor industri blockchain lokal seperti Nicko Widjaja (CEO BRI Ventures), Pang Xue Kai (CEO Tokocrypto), Teguh Kurniawan Harmanda (COO Tokocrypto), Lai Chung Ying (CSO Tokocrypto) dan Nanda Ivens (CMO Tokocrypto), serta mentor lainnya dari industri blockchain global.

Program ini juga memprakarsai dukungan lebih dari 50 investor termasuk Tokocrypto, Binance Labs, Cydonia, Solana Labs, Signum Capital, YGGSEA, Alameda Research, Huobi Ventures, Crypto.com, QCP, Avocado DAO, dan Intudo Ventures. Hingga Graduation Day, pada 22 April 2022, telah terkumpul total pendanaan lebih dari US$ 40 Juta yang diterima oleh para peserta TSBA Batch 1.

Baca juga: Tokocrypto dan BRI Ventures Bentuk Kolaborasi Luncurkan Blockchain Akselerator “TSBA”

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program akselerator ini. “Kami melihat blockchain sebagai bagian integral dari masa depan internet, yang akan menjadi penggerak ekonomi digital. Kami berharap ke depannya akan lebih banyak lagi manfaat yang dikembangkan di berbagai sektor dengan menggunakan teknologi blockchain,” katanya.

Dalam graduation day, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengapresiasi program TSBA, karena merupakan salah satu kendaraan tepat untuk mendorong percepatan project dan startup di Indonesia yang menggunakan blockchain sebagai tulang punggung bisnis untuk memberikan impact lebih besar bagi pertumbuhan industri.

"Menyambut masifnya Web3, metaverse dan lainnya di waktu mendatang, Indonesia sangat terbuka dan mendorong pertumbuhan industri ini. Program TSBA bisa menjadi percontohan dan tentunya acuan awal bagi pemerintah dalam memetakan geliat bisnis startup berbasis blockchain di Indonesia. Tentunya hal ini perlu didukung dengan strategi dan pemetaan skema industri serta bisnis di mana akan berdampak pada sistem perekonomian dan perdagangan di Indonesia," ungkap Lutfi.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN