Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
foto dok. PGN

foto dok. PGN

PGN Jaga Kinerja Operasional Hingga Akhir Tahun

Minggu, 29 November 2020 | 23:07 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN membukukan pendapatan US$ 2,15 miliar atau setara Rp 31,51 triliun hingga kuartal III-2020. Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari kinerja operasional penjualan gas, sehingga PGN mencatat laba operasi sebesar US$ 315,49 juta dan EBITDA sebesar US$ 601,91 juta.

Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengatakan, di tengah tekanan kinerja karena kondisi eksternal, PGN tetap berupaya menjaga kinerja operasional dan keuangan khususnya dalam melayani kebutuhan gas bumi nasional.

Selama Januari-September 2020, PGN menyalurkan gas bumi dengan volume distribusi sebesar 812 bbtud, volume transmisi sebesar 1.276 mmscfd, lifting minyak dan gas sebesar 5.260 mboe, transportasi minyak sebesar 2.780 mboe, pemrosesan liquefied petroleum gas (LPG) sebesar 34.206 ton, dan regasifikasi sebesar 93 bbtud.

“Pencapaian kinerja keuangan kuartal III-2020 sangat dipengaruhi kondisi perekonomian saat ini yang masih belum pulih yaitu dampak pandemi Covid-19 yang masih berlanjut,” jelas Arie dalam keterangan resmi.

Menurut dia, pandemi belum dapat meningkatkan permintaan gas bumi, harga migas dunia masih belum naik signifikan dan nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih fluktuatif. Triple shock tersebut berpengaruh kepada bisnis PGN yaitu permintaan terhadap gas bumi, sektor hulu yang tergantung pada pasar terutama harga minyak dan gas serta harga gas alam cair.

Pada bisnis distribusi, lanjut Arie, walaupun terdapat pengaruh kondisi perekonomian saat ini, namun penurunan pendapatan dapat diikuti dengan penurunan beban pokok pendapatan. Di samping itu, hingga kuartal III-2020, perseroan telah melakukan upaya upaya efisiensi sehingga beban usaha perseroan dapat menurun sebesar US$ 107,5 juta. “Hal ini menunjukkan bahwa bisnis inti PGN dalam bisnis gas bumi dapat menyesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini,” jelas dia.

Faktor-faktor tersebut, kata Arie, menyebabkan laba bersih hingga kuartal III-2020 menjadi sebesar US$ 53,3 juta. Hingga akhir tahun ini, manajemen berupaya maksimal untuk meningkatkan pendapatan perseroan dan tetap disertai dengan efisiensi dari sisi biaya, sehingga  kinerja keuangan diharapkan menjadi lebih baik pada akhir 2020.

Arie menambahkan, posisi kas dan setara kas perseroan per 30 September 2020 mencapai US$ 1,19 miliar. Posisi ini lebih baik jika dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar US$ 1,04 miliar. Demikian juga kemampuan perseroan memenuhi kewajibannya, masih baik dengan current ratio per 30 September 2020 sebesar 268%, lebih tinggi jika dibandingkan current ratio per 31 Desember 2019 sebesar 197%.

Perseroan berupaya untuk mengoptimalkan setiap peluang yang ada untuk memperkuat bisnis perusahaan. Pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menjangkau pasar-pasar baru terus dilakukan di berbagai daerah. “PGN juga melibat anak perusahaan maupun afiliasi untuk menyediakan layanan terintegrasi yang yang mengedepankan kemudahan untuk pelanggan,” jelas dia.

PGN tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur dan layanan gas bumi selama pandemi. Total pelanggan PGN tercatat lebih dari 422.000 pelanggan hingga kuartal III-2020.

Pemulihan

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menambahkan, PGN akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi secara berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis dan pemulihan ekonomi nasional.

PGN telah melaksanakan implementasi Kepmen ESDM 89K/ 2020 menyalurkan gas dengan harga khusus sebesar USD 6 per MMBTU ke tujuh sektor industri tertentu.  “Kami mengharapkan dengan semakin membaiknya kondisi demand 7 sektor industri khusus dapat diwujudkan dalam penyerapan gas bumi yang semakin optimal sampai akhir tahun sesuai jumlah volume yang ditetapkan Kepmen ESDM 89.K/2020,” kata dia.

Perseroan, kata Rachmat, mendapat konfirmasi beberapa sektor industri khusus telah menggeliat produksinya bahkan sampai kembali ekspor dan berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan sektor industri tersebut. Dengan demikian, PGN terus mengupayakan yang terbaik dengan integrasi infrastruktur untuk ketahanan pasokan, efisiensi dan tingkat layanan juga semakin baik.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN