Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
foto dok. PGN

foto dok. PGN

PGN Tahun Ini Bakal Raih Laba, Setelah 2020 Rugi Akibat Sengketa Pajak

Minggu, 11 April 2021 | 10:15 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id  - Terdampak pandemi, kinerja emiten yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 264,77 juta. Kerugian antara lain juga disebabkan oleh sengketa pajak. Pada 2019, PGN mampu membukukan laba bersih US$ 67,58 juta.

Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengungkapkan bahwa tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi PGN, karena ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi Covid-19 yang sangat berdampak pada kinerja PGN selama tahun 2020.

Kinerja keuangan tahun 2020 yang mengalami kerugian, terutama disebabkan oleh faktor eksternal seperti sengketa pajak mengenai PPN pada periode tahun 2012 – 2013 yang diajukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui upaya hukum peninjauan kembali (PK) dan telah terdapat putusan Mahkamah Agung pada bulan Desember tahun 2020 sebesar US$ 278,4 juta. Selain itu, juga terdapat penurunan aset di sektor minyak dan gas sebesar US$ 78,9 juta.
"Apabila tanpa kedua faktor yang di luar kendali Manajemen di atas, kinerja keuangan PGN masih mencatat laba bersih sebesar US$ 92,5 juta. Perolehan laba tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih yang distribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 67,5 juta pada tahun 2019," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/4).

Penurunan laba bersih ini seiring dengan penurunan pendapatan senilai US$ 2,88 miliar, menurun 25,02% dari realisasi pendapatan tahun 2019 yang mencapai US$ 3,85 miliar. Secara rinci, pendapatan PGAS didominasi oleh segmen niaga gas, baik dari pihak berelasi maupun pihak ketiga, masing-masing US$ 799,34 juta dan US$ 1,5 miliar.

Adapun pendapatan niaga gas bumi terdiri atas niaga gas kepada segmen industri dan komersial senilai US$ 2,28 miliar, turun 23,% year on year (yoy) dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) senilai US$ 2,64 juta, atau turun 15,56% yoy. Sedangkan, rumah tangga senilai US$ 14,35 juta, naik 55,18% yoy.

Sementara pendapatan dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan konsolidasian adalah pendapatan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan entitas anaknya (pihak berelasi), sebesar US$ 782,88 juta.

PGAS mencatatkan penurunan sejumlah lini biaya sepanjang 2020. Beban pokok pendapatan menurun 12,20%, dari semula US$ 2,26 miliar menjadi US$ 2,30 miliar. Beban niaga dan infrastruktur menurun 19,85% secara yoy menjadi US$ 351,93 juta. Beban umum dan administrasi juga menurun 34,55% menjadi US$ 176,57 juta.

Hanya saja, PGN mengalami penurunan nilai properti minyak dan gas bersih senilai US$ 75,68 juta. Provisi atas sengketa pajak juga meningkat dari US$ 127,72 juta menjadi US$ 278,37 juta.

Sementara, jumlah aset PGN sebesar US$ 7,53 miliar, yang terdiri atas liabilitas senilai US$ 4,57 miliar dan ekuitas senilai US$ 2,95 juta. Adapun jumlah kas dan setara kas per 31 Desember 2020 senilai US$ 1,17 miliar, naik dari posisi pada akhir 2019 senilai US$ 1,04 miliar.

Untuk rasio Debt Service tercatat sebesar 1,3 kali memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang masih mencukupi. Adapun rasio debt to equity sebesar 51 : 49.

Lebih lanjut, untuk menjaga keberlanjutan bisnis perseroan, PGN telah mengupayakan beberapa strategi ke depan. Di antaranya integrasi infrastruktur jaringan pipa hulu – hilir serta jaringan pipa gas PGN dan Pertagas. Lalu, transformasi bisnis dan restrukturisasi anak usaha, penyelesaian pembangunan jaringan Pipa Rokan, pembangunan terminal LNG regasifikasi small land based RU Cilacap dan jaringan pipa senipah balikpapan untuk medukung pasokan gas ke RU Balikpapan. Serta, penyelesaian konversi pembangkit diesel PLN ke gas sesuai dengan Kepmen 13 dan infrastruktur LNG untuk smelter domestik.

"Diharapkan dari upaya dan strategi jangka panjang yang akan dilaksanakan, di tahun 2021 PGN akan mendapatkan reserve tax, realisasi insentif, keuntungan kegiatan operasional, efisiensi, dan optimasi capex dan opex, yang bermuara pada mencetak laba dan perbaikan kinerja," tutup Arie.
 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN