Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Investor memantau pergerakan saham di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pilarmas: IHSG Hari Ini Melemah, Pantau MNCN dan Empat Saham Pilihan Lainnya

Rabu, 6 Juli 2022 | 08:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG hari ini berdasarkan analisa teknikal, melemah terbatas. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak dengan rentang 6.680 – 6.790. Pantau MNCN dan empat saham pilihan lainnya.

“Namun selama persepsi pelaku pasar dan investor mendukung, hal tersebut akan menjadi modal kuat bagi IHSG untuk bertahan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (6/7/2022).

Advertisement

Pada perdagangan Selasa (5/7/2022), IHSG ditutup menguat sebesar +64 poin atau +0,97% ke level 6.767 Sektor consumer cyclicals, technology, consumer non cyclicals, healthcare, financials, properties & real estate, infrastructures, basic materials, transportation & logistic, industrials, enery bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG kemarin.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, ditengah kekhawatiran risiko akan potensi resesi, pasar ekuitas Eropa turun hingga ke level terendahnya sejak Januari 2021. Pelaku pasar dan investor khawatir, menjelang musim pendapatan yang akan memberikan gambaran sejauh mana pertumbuhan laba perusahaan yang diharapkan dapat menahan lonjakan inflasi dan terkait dengan kendala pasokan. “Kenaikkan risiko resesi diperkirakan akan mengurangi margin dari perusahaan, hal ini yang membuat pelaku pasar dan investor menjadi lebih khawatir,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga: BNI Sekuritas: IHSG Menguat Terbatas, Cermati ITMG, ANTM, INDF dan ENRG

Saat ini, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, banyak pengamat yang menilai pendapatan perusahaan akan mulai mengalami penurunan setidaknya sebesar 10% untuk laba per saham dalam kurun waktu 12 bulan kedepan. Hal ini yang membuat pergerakan Bursa Eropa menjadi tidak nyaman, meskipun kalau diperhatikan katalis negativenya tetap sama, yaitu resesi, inflasi, dan kenaikkan tingkat suku bunga. Saat ini, berbicara mengenai resesi, peluang resesi di Amerika pada tahun depan untuk terjadi adalah 38% dalam kurun waktu 12 bulan mendatang.

“Kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, mungkin masih akan menghantui pergerakan pasar tahun ini. Namun bukan berarti tidak ada kesempatan disana untuk saat ini. Setiap kenaikkan pastilah sebuah harapan, dan setiap penurunan pastilah sebuah kesempatan. Perhatikan situasi dan kondisi secara global hingga dalam negeri, dan carilah momentum di dalam setiap pergerakan pasar,” tegas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, Semester I -2022 inflasi dalam negeri bergerak dengan kecenderungan melambat yang dinilai bagus untuk pasar saham sebab menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif dan kenaikan pendapatan yang berpengaruh terhadap pergerakan harga sahamnya. Namun, memasuki awal Juli di mana tingkat inflasi dikabarkan meningkat lebih dari target kisaran BI secara tahunan, pasar saham seakan terguncang yang tercermin dari pelemahan hingga -2.5%. Belum lagi sepekan sebelumnya atau pekan akhir Semester I-2022, IHSG terkontraksi hampir 5%.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, hal ini merupakan respon pelaku pasar terhadap data ekonomi eksternal yang mengandung kekhawatiran resesi, ditambah kenaikan inflasi dalam negeri yang mengejutkan. Pasalnya, tingkat inflasi telah bergerak lebih cepat di dalam negeri. Bukan karena tingkat konsumsi yang meningkat tajam, namun lebih karena kenaikan harga pangan yang menjulang imbas perang yang tak kunjung usai. Berbicara mengenai lindung nilai, memang kurs Dolar saat ini mengalami penguatan, sementara emas mengalami penurunan harga. Ketika inflasi meningkat pun, pelaku pasar juga mengalihkan asetnya ke sektor riil sebagai lindung nilai.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diuji ‘Kesaktiannya’, Cek Rekomendasi AMDR, ITMG, PTBA, BBCA, JSMR

Lebih lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, kenyataannya saat ini Indonesia berada pada kondisi sejumlah bank sentral yang menaikkan suku bunga, sehingga menjadi kurang menarik untuk masuk ke emiten property. Apabila kenaikan inflasi terus berlanjut, harga saham tentunya akan tetap bergejolak. Namun, beberapa sektor yang dinilai dapat menyerap dampak dengan lebih baik dan mungkin bisa diuntungkan dengan kenaikan inflasi tersebut yakni sektor keuangan sebab cash flow-nya yang terkonsentrasi untuk jangka pendek, lalu konsumen primer di mana sifatnya yang merupakan defensive stock atau kebutuhan dasar serta sektor energi di mana menjadi salah satu penyebab lonjakan inflasi dengan permintaan yang tinggi.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, melihat perusahaan yang baru saja menaikkan harga jualnya juga bisa diuntungkan dengan kenaikan harga tersebut seperti transportasi & logistik. Lebih jauh, terlihat korelasi postif antara performa pasar saham dan tingkat inflasi. Tinggal bagaimana memanfaatkan peluang dan momentum di tengah guncangan pasar saham untuk memanfaatkan return yang lebih tinggi tentunya pada saham yang kita yakini memiliki prospek yang cerah ke depannya.

“Apabila investor tidak mampu mentoleransi risiko dan volatilitas yang terjadi saat ini, memanjangkan durasi investasi juag menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko, namun tidak membuat kesempatan untuk berinvestasi hilang,” tegas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan yang malah berpotensi cuan pada perdagangan hari ini, yaitu MNCN, HRUM, GJTL, MTDL, BBYB.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN