Menu
Sign in
@ Contact
Search
Monitor menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Monitor menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, Cermati Saham-Saham Peluang Untung Hari ini

Selasa, 27 September 2022 | 07:16 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG menguat terbatas pada perdagangan Selasa (27/9/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada rentang 7.102 – 7.236. Cermati saham-saham peluang untung hari ini, diantaranya ICBP dan JSMR.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas. Namun, hati-hati, potensi pelemahan masih berpeluang untuk terjadi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (27/9/2022).  

Pada perdagangan Senin (26/9/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 51 poin 0,71% ke level 7.127. Sektor energi, industri, teknologi, bahan baku, transportasi dan logistic, infrastruktur, property dan real estate, konsumen primer, konsumen non primer, Kesehatan bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.  

Baca juga: Phintraco Sekuritas: IHSG Dibayangi Pelemahan Indeks Global, Pantau Saham Potensi Rebound

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, Aksi jual aset di Inggris terus dilakukan pada hari Senin kemarin sehingga mengirimkan poundsterling ke level terendahnya sepanjang masa, menjatuhkan harga obligasi dan mendorong tindakan darurat oleh Bank Sentral Inggris. Di Tengah situasi dan kondisi Bank Sentral Inggris mati matian untuk mengendalikan inflasi, Perdana Menteri Inggris Liz Truss ini justru melakukan stimulus yang justru berpotensi mendorong inflasi mengalami kenaikan.

“Bahkan imbal hasil untuk obligasi 10y, mengalami kenaikkan hingga 4% untuk pertama kalinya sejak 2010,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas  menilai, semua orang merasakan panik dan resah akibat stimulus melalui pemotongan pajak yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga mendorong kenaikkan tingkat suku bunga akan naik lebih cepat dan memicu resesi global. Hal ini telah mendorong krisis pasar yang berpotensi mendorong posisi Lis Truss ke dalam jurang yang lebih sulit, bahkan ketika pemerintah masih harus bergulat dengan biaya hidup dan resesi.

“Suka atau tidak suka, taruhan di atas meja semakin meningkat untuk kenaikkan tingkat suku bunga Bank Sentral Inggris hingga 50 bps. Padahal sebelumnya, Bank Sentral Inggris juga sudah menaikkan tingkat suku bunganya dari sebelumnya 1.75% menjadi 2.25%,” jelasnya.

Baca juga: Artha Sekuritas: IHSG Melemah, WIIM dan Lima Saham Lainnya Jadi Pilihan

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas  menyebut, nilai mata uang terhadap dollar terus berjatuhan seiring dengan pengetatan kebijakan moneter secara agresif. Bahkan, Yuan mengalami pelemahan yang cukup signifikan di mana terjun hampir mendekati level pelemahan pada krisis keuangan tahun 2008. Sehingga, bank sentral Tiongkok atau PBoC meningkatkan GWM sebesar 20% dari sebelumnya 0% sejak pandemi Covid-19 di 2020.

Tak hanya Tiongkok, Jepang juga tengah dilanda tekanan pelemahan mata uang. Sehingga, bank sentral Jepang atau BoJ turut melakukan intervensi untuk menopang pergerakan mata uang Yen untuk pertama kalinya sejak 1998.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, apabila kedua negara tersebut menghadapi risiko krisis mata uang, lalu bagaimana dengan Indonesia? Mengingat perlambatan ekonomi Tiongkok cukup berpengaruh terhadap sejumlah permintaan di dalam negeri. Kami memandang risiko devaluasi Yuan dapat berpengaruh terhadap penurunan ekspor, namun juga akan bergantung dengan kesepakatan transaksi apabila diberlakukan Local Currency Settlement (LCS). Untuk impor sendiri, dengan devaluasi Yuan akan lebih menguntungkan.

Baca juga: Yugen: IHSG Menguat, HMSP Hingga ICBP Masuk Menu Saham Pilihan

“Terlebih, dari sisi FDI kita cenderung lebih kuat dalam satu tahun terakhir di mana terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kami pun masih optimis dengan FDI di kuartal III ini di mana akan diumumkan siang ini,” papar Pilarmas Investindo Sekuritas.

Namun, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, dari sisi global ini akan menyebabkan capital outflow secara besar-besaran bagi kedua negara tersebut dan mengakibatkan rentetan kelesuan bagi negara lainnya, terutama kawasan Asia sebagaimana Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar di kawasan tersebut dan Jepang merupakan ekonomi terbesar ketiga di dunia. “Hanya saja, potensi capital outflow kedua negara tersebut berpotensi masuk ke dalam negeri,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan untuk mencermati saham-saham peluang untung pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut adalah ICBP, BBRI, TLKM, EXCL, JSMR.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com