Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buyung Poetra. Foto: Emral

Buyung Poetra. Foto: Emral

Potensi Ekspor Beras Indonesia Masih Terbuka Luas

Kamis, 23 Juli 2020 | 09:52 WIB
Ester Nuky ,Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pasokan beras di Indonesia aman dan diperkirakan tidak membutuhkan impor tahun ini. Bahkan, ekspor telah dilakukan, antara lain ke Singapura.

“Kebutuhan konsumsi beras Indonesia yang sekitar 30 juta ton per tahun cukup dipenuhi dari produksi padi di dalam negeri yang sekitar 60 juta ton gabah, dengan rendemen 55% atau 57% sudah bagus. Perusahaan kami juga pada Maret lalu melakukan ekspor ke Singapura untuk kebutuhan beras di salah satu gerai perbelanjaan di sana,” kata Investor Relation PT Buyung Poetra Sembada Tbk Dion Surijata saat company visit ke BeritaSatu Media Holdings secara virtual, Jakarta, Selasa (21/7).

Investor Relation PT Buyung Poetra Sembada Tbk Dion Surijata
Investor Relation PT Buyung Poetra Sembada Tbk Dion Surijata

Emiten berkode saham HOKI yakin prospek bisnis beras ke depan akan tetap cerah di Tanah Air. Ini didukung kebutuhan masyarakat Indonesia akan beras sebagai makanan pokok yang masih tinggi.

Direktur Buyung Poetra Sembada Budiman Susilo menyatakan, untuk pertama kalinya pada Maret yang lalu, perseroan melakukan ekspor beras sebanyak satu kontainer atau setara 22 ton ke Singapura.

Kinerja keuangan PT Buyung Poetra
Kinerja keuangan PT Buyung Poetra

Selain karena mereka membutuhkan beras, tekstur beras dari Indonesia yang unik, bulat dan ada wangi pandan, juga mendasari permintaan beras dari Indonesia.

“Tekstur pandan wangi hanya kita yang punya. Tekstur beras kita agak bulat, berbeda dengan beras di Thailand ataupun dari Vietnam,” ujar Budiman.

Menurut Budiman, potensi ekspor masih terbuka luas. Bahkan, belum lama ini perseroan ditawari untuk ekspor beras ke Arab Saudi, namun karena merebaknya pandemi Covid-19 membuat rencana tersebut tertunda.

Di sisi lain, perseroan berkomitmen untuk tetap fokus menggunakan pasokan dari pengepul lokal, ketimbang impor. Selain pasokan padi lokal yang terjaga, hal tersebut juga diharapkan mendorong kehidupan petani dalam negeri untuk tetap bersemangat memasok padi.

Direktur Buyung Poetra Sembada Budiman
Susilo
Direktur Buyung Poetra Sembada Budiman Susilo

Budiman menambahkan, dalam mengatasi net margin beras yang hanya sekitar 4%, perseroan akan memanfaatkan sistem teknologi yang bagus untuk memaksimalkan nilai penjualan produk.

Salah satunya dengan penggunaan mesin pengering atau dryer untuk menekan kadar air dalam padi, sehingga mengurangi potensi kerusakan beras patah dalam proses produksi perseroan.

Sementara itu, lanjut dia, perseroan juga berkontribusi bagi masyarakat dengan terus terbuka dalam menyosialisasikan dan mengembangkan sistem penanaman padi yang memanfaatkan pompanisasi dan kanalisasi. Sistem tersebut telah diuji coba langsung oleh keluarga Sukarto Bujung di sawah keluarga.

“Dengan sistem pompanisasi dan kanalisasi, panen yang biasanya setahun sekali di lahan rawa lebak, menjadi tiga kali, yang disebabkan oleh lebih besarnya kapasitas pompa sistem irigasi dan lebih tingginya tanggul dalam petak sawah. Saat sawah banjir, airnya dipompa ke sungai dan saat kering, air dari sungai dinaikkan untuk mengairi sawah. Akhirnya keluarga Pak

Beras Buyung Poetra. Foto: IST
Beras Buyung Poetra. Foto: IST

Sukarto mengajak semua masyarakat sekitar agar mempelajari sistem ini dan diterapkan, terutama di lahan datar seperti gambut. Kelebihan lahan datar, kita bisa menggunakan mesin dalam proses produksi pengolahan padi,” paparnya.

Pada kuartal I-2020, perseroan tercatat membukukan penjualan senilai Rp 450,42 miliar, naik 12,99% disbanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 398,62 miliar. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 14,67 miliar, turun 42,4% dari sebelumnya Rp 25,48 miliar pada kuartal I-2019.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN