Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PP Properti

Salah satu proyek PP Properti

PP Properti Raih Pinjaman Rp 1,6 Triliun dari Induk Usaha

Minggu, 24 Januari 2021 | 11:59 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT PP Properti Tbk (PPRO) meraih pinjaman senilai Rp 1,6 triliun dari induk usaha, PT PP Tbk (PTPP). Pinjaman ini akan digunakan untuk melunasi sebagian kewajiban keuangan jatuh tempo.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada akhir pekan lalu, sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, bank melakukan pengetatan pemberian pinjaman. Oleh karena itu, PP Properti memerlukan pinjaman dari PP untuk memenuhi kewajiban keuangan jatuh tempo berupa utang bank, MTN jatuh tempo dan utang berbunga lainnya. "Transaksi ini juga harus dilakukan untuk mendukung sinergi grup bisnis PP," tulis manajemen dalam penjelasan resminya di Jakarta, pekan lalu.

Pinjaman bertenor 36 bulan ini memiliki tingkat bunga 9,5% per tahun atau 0,79% per bulan dan bersifat non revolving. Pinjaman ini termasuk dalam pinjaman pemegang saham. Pasalnya, PP Properti merupakan anak usaha dari PP dengan kepemilikan 64,96%. Sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat sebanyak 34,97%.

Tahun ini, PP Properti menargetkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales mencapai Rp 1,4 triliun. Perseroan akan mengandalkan proyek hotel dan rumah tapak untuk meraih target tersebut.

Direktur Keuangan PP Properti Deni Budiman mengatakan saat ini pihaknya masih menyusun rencana kinerja untuk marketing sales pada 2021. “Proyeksi marketing sales tahun 2021 masih dalam draft, belum final. Namun kurang lebih sekitar Rp 1,4 triliun," kata Deni dalam Paparan Publik secara Virtual beberapa waktu lalu.

Menurut Deni, proyek yang menjadi andalan untuk penjualan tahun ini adalah hotel danlanded house. Direktur Utama PP Properti Sinurlinda Gustina menambahkan, untuk pembangunan hotel di Lombok, pihaknya menargetkan tuntas sebelum gelaran Moto GP pada pertengahan 2021.

Sementara untuk mendukung ekspansi, perseroan berencana menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi dan medium term notes (MTN). Deni menjelaskan, perseroan masih memiliki sisa Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 1,6 triliun yang bisa diterbitkan pada tahun ini.

Adapun, hingga November 2020, PP Properti membukukan marketing sales sekitar Rp 700 miliar. Marketing sales ini berasal dari proyek di kawasan Grand Kamala Lagoon Bekasi dan Grand Sungkono Lagoon Surabaya serta apartemen mahasiswa (student apartment).

Pada 2020, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,9 triliun, turun 24,3% dari realisasi periode sama tahun 2019 senilai Rp 2,51 triliun. Pandemi Covid-19 menjadi penyebab penurunan pendapatan tersebut.

Efek dari pandemi ini juga terlihat pada kinerja semester I-2020. Pada periode tersebut, PP Properti mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 11,69% menjadi Rp 772,47 miliar dari Rp 874,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan berimbas pada laba kotor perseroan yang mencapai yang menurun 67,58% menjadi Rp 51,38 miliar pada semester I-2020 dari sebelumnya Rp 158,53 miliar pada akhir semester I-2019.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN