Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Properti, Infrastruktur dan Astra Diprediksi Melemah

Kamis, 3 Mei 2012 | 10:38 WIB
Antara

JAKARTA-Saham-saham sektor properti, infrastruktur dan PT Astra International Tbk (ASII) diprediksi akan mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (3/5).

Analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro mengatakan di Jakarta, pelemahan ini seiring dengan pergerakan IHSG yang berpotensi turun akibat minimnya sentimen postitif baik dari regional maupun domestik.

"'Support' indeks akan berada pada level 4.200," kata Yualdo dalam risetnya.

Pada perdagangan Kamis, IHSG dibuka melemah 13,27 poin (0,32 persen) ke level 4.206,022. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 merosot 3,38 poin (0,47 persen) menjadi 715,12.

Untuk bursa global, bursa Amerika Serikat ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (2/5) setelah sektor swasta AS menunjukkan data perekrutan tenaga kerja pada April 2012 yang lebih rendah dari ekspektasi dan memberikan spekulasi data tenaga kerja AS yang akan diumumkan akhir pekan ini lebih buruk dari ekspektasi.

Mayoritas bursa Eropa ditutup melemah yang dipicu oleh kekhawatiran Moody�s akan menurunkan peringkat sejumlah perbankan di Eropa, terutama di Spanyol.

Untuk kondisi bursa Asia, pada perdagangan sesi pertama Kamis bergerak "mixed", sementara bursa Jepang tutup selama dua hari karena libur nasional "Greenery day" dan "Children day".

Sementara itu, mayoritas saham di Wall Street ditutup melemah Rabu (2/5) setelah sempat turun tajam menjelang penutupan menyusul mengecewakannya data tenaga kerja sektor swasta AS.

"Lemahnya data tenaga kerja ini jelas memberikan tekanan terhadap pasar dan menantikan apakah The Fed akan meluncurkan paket stimulus tahap berikutnya," kata Peter Boockvar, analis ekuitas di Miller Tabak.

Tapi Boockvar yakin baik perekonomian maupun bursa saham AS saat ini masih jauh dari kondisi yang akan menggerakkan bank sentral AS meluncurkan paket stimulus lanjutan.

Setelah anjlok 87 poin, indeks Dow Jones Industrial Average akhirnya ditutup melemah 10,75 poin, atau 0,1 persen, menjadi 13.268,57. Sedangkan Indeks S&P 500 ditutup turun 3,51 poin, atau 0,3 persen, menjadi 1.402,31.Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 9,41 poin, atau 0,3 persen, menjadi 3.059,85.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN