Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Properti, Perbankan dan Astra Potensi Melemah

Rabu, 4 April 2012 | 11:27 WIB
Antara

JAKARTA- Saham sektor properti, perbankan dan PT Astra International Tbk (ASII) diprediksi berpotensi melemah pada perdagangan Rabu.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro mengatakan dalam risetnya Rabu  (4/4), hal ini didasarkan pada pergerakan saham-saham tersebut yang paling banyak mengalami penguatan dalam sepekan terakhir.

"Properti naik 5,8 persen, perbankan naik 5,2 persen, konsumer meningkat 4,7 persen dan aneka industri 4,46 persen," kata Yualdo.

Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melemah oleh aksi "profit taking" dikarenakan kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir sebesar 3,3 persen dan juga sentimen negatif dari bursa global dan regional Asia.

"Indeks akan berada pada level 'support' 4.177," ujarnya.

Sementara itu Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan meski terus berpeluang melanjutkan penguatannya dan mencetak rekor level tertinggi baru, namun kondisi bursa Indonesia saat ini telah mengalami jenuh beli (overbought).

Derasnya dana segar yang masuk ke Bursa Indonesia selama dua hari perdagangan awal April 2012, membuat IHSG dalam kondisi jenuh beli sehingga akan memicu aksi ambil untung.

Pada pembukaan sesi I perdagangan Rabu, IHSG melemah 6,89 poin (0,17 persen) ke level 4.208,55. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 turun 2,098 poin (0,28 persen) ke level 729,53.

Untuk bursa global, bursa AS pada perdagangan Selasa (3/4) ditutup melemah setelah The Fed menyatakan saat ini belum diperlukan tambahan stimulus ekonomi serta data pemesanan pabrik dan penjualan otomotif yang lebih rendah dari estimasi.

Sementara bursa Eropa melemah signifikan setelah Spanyol menyatakan potensi kenaikan rasio utang terhadap PDB meskipun negeri itu telah melakukan penghematan anggaran.

Untuk bursa Asia pada perdagangan Rabu ini juga melemah, terutama memfaktorkan pernyataan The Fed.

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari data indeks jasa Australia yang masih mengalami kontraksi.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN