Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Puncak Musim Dividen Telah Tiba

Senin, 10 Mei 2021 | 06:45 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Puncak musim pembagian dividen tahun ini diyakini terjadi pada Mei-Juni. Antusiasme investor terhadap musim dividen ini dinilai cukup baik. Dengan begitu, indeks harga saham gabungan (IHSG) diharapkan kembali mantap bertengger di zona 6.000.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, kondisi keuangan beberapa emiten LQ45 masih terdampak pandemi Covid-19, namun mayoritas sektor sudah mulai pulih. Beberapa emiten yang masih memiliki prospek menarik di tengah perbaikan ekonomi saat ini adalah PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

“Emiten-emiten di sektor pertambangan itu memberikan yield dividen cukup besar. Terlebih, harga sahamnya masih tergolong cukup murah,” kata dia kepada Investor Daily.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sejumlah emiten LQ45 yang akan dan telah membagikan dividen adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Secara terpisah, Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy juga mengatakan bahwa puncak pembagian dividen berlangsung pada Mei-Juni. Menurut dia, kondisi keuangan emiten yang membagikan dividen secara umum cukup baik dan masih bisa menjaga arus kasnya.

Namun, musim dividen tahun ini dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap kenaikan IHSG. Hal itu karena yield dividen tidak lebih tinggi dari tingkat suku bunga bebas risiko. Dividen dapat dikatakan menarik, apabila imbal hasilnya berada di atas 3% yang melebihi bunga deposito. Dengan kata lain, semakin tinggi yield, maka semakin bagus.

Menurut Robertus, dividen yang diberikan Adaro Energy tergolong paling atraktif. Selain karena yield yang cukup tinggi, prospek produsen batu bara tersebut ditopang oleh harga batu bara yang saat ini dalam tren bullish.

Dia merekomendasikan beli saham ADRO dengan target harga Rp 1.400. Adaro Energy akan membagikan dividen setara dengan US$ 0,00459 (Rp 66,53) per saham dengan estimasi imbal hasil 5,49%.

Di lain pihak, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sejauh ini musim dividen tentu memberikan angin segar bagi IHSG. ”Sedikit banyak (dividen) memberikan sentimen positif terhadap IHSG. Investor pastinya senang akan dividen karena dalam kondisi yang tidak pasti saat ini, investor tetap mendapatkan dividen,” jelas dia.

Namun, menurut Nico, kenaikan IHSG tidak hanya terkait pembagian dividen, tapi juga mengenai sejauh mana ketidakpastian di pasar akan sirna. “Di tengah situasi dan kondisi yang positif sekalipun, apabila ternyata pengendalian pandemi tidak bisa dikendalikan, maka cepat atau lambat akan mengganjal penguatan IHSG,” tutur dia.

Terlebih, kata Nico, pemulihan ekonomi nasional berjalan cukup lambat, sehingga pertanyaan secepat apakah Indonesia bisa pulih menjadi lebih sulit untuk dijawab. “Kuartal II-2021 akan menjadi saksi, sejauh mana pemulihan ekonomi akan terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, antusiasme investor terhadap musim dividen tahun ini cukup baik, meskipun secara nominal dan yield menurun.

“Kebanyakan emiten LQ45 ada penurunan dari nominal dividennya, terutama karena penurunan laba pada 2020 akibat pandemi. Beberapa emiten juga mengurangi payout ratio-nya. Tapi ada pula yang naik, seperti AKR Corporindo dan Tower Bersama Infrastructure,” kata dia.

Zamzami menegaskan, pelaku pasar mengapresiasi emiten yang masih komitmen membagikan dividen di tengah kondisi yang penuh tantangan ini. Apabila para investor baru yang ingin melakukan investasi pada saham-saham tersebut dan mengincar dividen, investor disarankan untuk memperhatikan tanggal cum date agar tercatat sebagai penerima dividen.

“Investor juga perlu memperhatikan adanya risiko harga saham turun setelah ex date, biasanya sebesar dividennya karena pasar adjust. Kemudian, jika punya rencana jangka panjang, dividennya dapat diinvestasikan kembali ke saham yang sama,” tutur dia.

Lebih lanjut Zamzami mengatakan, puncak musim dividen berlangsung pada Juni-Juli. Saat itu, performa IHSG diperkirakan cenderung menguat. IHSG bisa bergerak di atas level 6.100.

Adapun hingga akhir tahun ini, IHSG diproyeksikan mencapai level 6.820, dengan asumsi pertumbuhan EPS sebesar 30% dan P/E 17,4 kali. Tahun ini menjadi tahun pemulihan ekonomi dan laba emiten. Secara agregat, konsensus analis memperkirakan pertumbuhan EPS sebesar 38% pada 2021 untuk emiten LQ45.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN