Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang batu bara Bukit Asam. Foto: UTHAN

Tambang batu bara Bukit Asam. Foto: UTHAN

BAGIKAN DIVIDEN RP 835 MILIAR

Punya Bos Baru, Bukit Asam Percepat Proyek Hilirisasi dan Genjot Produksi Batu Bara

Selasa, 6 April 2021 | 06:51 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetujui pergantian direksi, termasuk posisi direktur utama. Direksi baru akan mempercepat proyek hilirisasi dan mendongkrak kapasitas produksi batu bara.

Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto menjelaskan, jajaran direksi baru akan meneruskan proyek yang sudah ditetapkan pendahulu. Menurutnya, prioritas perseroan ke depan adalah skala yang perlu diraih sehingga terlihat progresnya.

“Kami akan melakukan percepatan dari proyek yang ada, karena kelemahannya adalah soal waktu dan pengambilan keputusan," kata Suryo saat konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Senin (5/4).

Menurut Suryo, hal terpenting saat ini adalah eksekusi dari proyek yang ada. Dia menyebutkan, salah satu proyek yang menjadi fokus Bukit Asam tahun ini, yaitu hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Pasalnya, proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional.

Selain itu, perseroan juga akan mengembangkan kapasitas produksi batu bara menjadi 50 juta ton (PTBA Emas). Pengembangan kapasitas ini akan didukung oleh pendanaan yang cukup besar, baik dari dalam maupun luar negeri. "Kami akan mendongkrak kapasitas existing menuju PTBA Emas sebesar 50 juta ton dalam waktu dekat," papar dia.

Direktur Pengembangan Usaha Bukit Asam Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin menambahkan, saat ini produksi batu bara Bukit Asam masih di bawah 30 juta ton. Untuk menambah kapasitas menjadi 50 juta ton, perseroan akan meningkatkan kapasitas angkutan.

Dia menyebutkan, tahun ini, pihaknya akan meningkatkan kapasitas Kertapati menjadi 7 juta ton per tahun. Kemudian, kapasitas Tarahan akan ditingkatkan menjadi 25 juta ton per tahun. Lalu, akan ada penambahan kapasitas di Kramasan sebesar 20 juta ton yang akan terealisasi pada Januari 2024. "Dengan penambahan kapasitas angkutan itu sudah bisa melebihi kapasitas produksi PTBA Emas sebesar 50 juta ton," tutur dia.

Lebih lanjut, Fuad mengungkapkan, selain mengembangkan proyek hilirisasi batu bara, perseroan juga mengembangkan proyek strategis nasional lainnya. Proyek tersebut adalah kawasan industri berbasis batu bara. Menurut Fuad, saat ini Bukit Asam sudah mendapatkan Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) non-efektif. Izin tersebut akan menjadi efektif apabila Bukit Asam selesai menyiapkan perizinan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan penetapan lingkungan.

Direksi Baru

RUPST memutuskan untuk mengangkat Suryo Eko Hadianto sebagai direktur utama Bukit Asam. Suryo menggantikan Arviyan Arifin yang berakhir masa jabatannya. Suryo sebelumnya pernah menjabat sebagai direktur transformasi bisnis PT Inalum (Persero). Namun, dia bukan orang baru di Bukit Asam karena sempat menjabat sebagai direktur operasi dan produksi serta direktur pengembangan bisnis, direktur niaga dan direktur sumber daya manusia di perusahaan produsen batu bara tersebut.

Selain Suryo, Bukit Asam juga mengganti  Joko Pramono yang menjabat sebagai direktur sumber daya manusia menjadi Dwi Fatan Lilyana. Dwi Fatan sebelumnya adalah direktur eksekutif sumber daya manusia PT Inalum, induk usaha Bukit Asam.

Selanjutnya, Farida Thamrin yang sebelumnya merupakan SVP Corporate Solution PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diangkat menjadi direktur keuangan dan manajemen risiko Bukit Asam. Posisi ini sebelumnya diisi oleh Mega Satria yang kini berlabuh ke PT Pelindo II (Persero).

Lalu, di posisi direktur operasi dan produksi yang sebelumnya ditempati oleh Hadis Surya Palapa, kini diisi oleh Suhedi. Suhedi merupakan direksi yang berasal dari internal Bukit Asam. Sedangkan untuk posisi direktur pengembangan usaha dan direktur niaga masih ditempati oleh Fuad Iskandar dan Adib Ubaidillah.

Selain pergantian direksi, RUPST juga menyetujui rencana pembagian dividen sebesar 35% dari perolehan laba bersih 2020 atau sebesar Rp 835 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN