Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Properti PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Foto: Perseroan

Properti PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Foto: Perseroan

Ramai-ramai Emiten BUMN Konstruksi Jual Aset Properti, Ada Apa?

Kamis, 20 Januari 2022 | 18:42 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan melakukan pelepasan aset properti anak usaha. PTPP bekerja sama dengan PT Danareksa Sekuritas (Persero) akan meluncurkan program percepatan peningkatan kinerja pascapandemi.

Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para investor untuk memiliki aset-aset persediaan properti yang dikelola oleh BUMN konstruksi. Hal tersebut dilakukan melalui mekanisme pelepasan aset atau monetisasi aset yang telah ditetapkan. 

Dalam program ini, PTPP membuka peluang bagi para investor untuk memiliki aset anak perusahaannya yang bergerak di bidang properti. Sebanyak 19 aset properti yang dimiliki oleh PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT PP Urban (PPUB) akan dilepas dalam jumlah besar (bulk). Aset properti tersebut berlokasi di kota-kota besar yang terdiri dari high rise building (student apartment, premium apartment, hingga low-medium apartment) dan lahan kosong (landed) dengan total luasan area sebesar 46,1 hektare.

Baca juga: Saham Pemerintah di Waskita Karya (WSKT) Bertambah Jadi 75%

“Sejalan dengan program transformasi perusahaan BUMN yang dicanangkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, PTPP berharap dengan aksi korporasi tersebut dapat meningkatkan kinerja induk dan anak perusahaan,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto dalam keterangan resmi, Kamis (20/1).

Salah satu proyek milik PPRO yang mengikuti program tersebut adalah Grand Kamala Lagoon yang berlokasi di jantung kota Bekasi dan memiliki mal lifestyle di dalam kawasan. Dengan memiliki hunian tersebut, maka para konsumen dapat merasakan manfaatnya secara langsung di mana unit ready stock tersebut dapat langsung ditempati atau disewakan kembali sehingga memiliki nilai jual.

“Aset-aset properti tersebut akan ditawarkan sebagian secara berkelompok dan sebagian berdiri sendiri. Para investor yang berminat mengikuti program ini diharapkan dapat melengkapi proses administrasi dan proses registrasi. Keterangan lengkap terkait proses tersebut akan diumumkan pada saat acara peluncuran produk mendatang,” terang Agus.

PTPP sebagai salah satu perusahaan BUMN konstruksi turut ikut andil dalam program tersebut di mana dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat meningkatkan likuiditas perusahaan. Selain itu, program tersebut juga merupakan alternatif pendanaan dari sisi ekuitas selain dari sumber pendanaan lainnya, memperbaiki struktur permodalan perusahaan dengan menekan kenaikan utang berbunga, dan dapat meningkatkan kinerja karena terdapat keuntungan yang dapat dibukukan dari transaksi tersebut.

Sementara itu, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) bekerja sama dengan Danareksa juga akan meluncurkan program akselerasi dan peningkatan kinerja BUMN sektor konstruksi pascapandemi.

Dalam program ini, PT Waskita Karya Tbk menyertakan sebanyak lima persediaan properti milik PT Waskita Karya Realty, yang akan dilepas secara bulk, baik dalam bentuk klaster maupun sebagian berdiri sendiri (standalone).

Persediaan properti yang ditawarkan terdiri dari apartemen, commercial area, dan lahan kosong (landbank) yang tersebar di Tangerang Selatan, Surabaya, dan Bali dengan lokasi yang strategis serta memiliki konsep produk unggulan.

“Properti akan ditawarkan sebagian secara berkelompok dan sebagian berdiri sendiri. Peluncuran produk ini akan dilakukan pada minggu pertama bulan Februari 2022 yang akan diumumkan pada media cetak dan digital serta laman resmi Danareksa. Investor yang berminat dapat melakukan registrasi, dilanjutkan dengan mengikuti sesi investor gathering pada minggu kedua bulan Februari 2022 yang lebih lanjut akan disampaikan oleh Danareksa,” kata SVP Corporate Secretary PT Waskita Karya Tbk Ratna Ningrum dalam keterangan resmi, Kamis (19/1).

Baca juga: PTPP Yakin Program Investasi KIT Batang Dongkrak Kontrak Baru ke Depan

Ratna Ningrum menambahkan, program monetisasi aset akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kinerja keuangan baik bagi PT Waskita Karya Realty maupun konsolidasian Grup Waskita. Hasil dari program ini nantinya akan digunakan untuk pendanaan investasi lainnya di tahun 2022.

Seperti diketahui bahwa PT Waskita Karya Tbk melalui anak perusahaannya, PT Waskita Karya Realty memiliki beberapa portofolio investasi yang masih berjalan dan yang akan dikembangkan.

Dihubungi terpisah, pengamat BUMN Danang Widoyoko menilai, penjualan aset properti yang dilakukan Waskita Karya adalah dalam rangka untuk mengurangi beban utang. Sedangkan, untuk PTPP guna menambah modal.

Dia menambahkan, pelepasan aset properti ini bukan terkait langkah positif atau negatif. Hal ini adalah dampak dari program pembangunan infrastruktur yang dibebankan kepada BUMN.

“Misalnya tol di Jawa berhasil tersambung tetapi dengan ongkos memburuknya kondisi keuangan WSKT. Demikian juga PTPP mendapat beberapa penugasan tapi dampaknya kondisi keuangan memburuk. Pada akhirnya direksi harus kerja keras untuk mempertahankan kondisi keuangan,” terang dia.

Selain itu, jelas dia, dengan pelepasan aset seperti apartemen oleh WSKT ataupun PTPP dapat berpengaruh juga terhadap pembeli retail yang telah membeli unit pada apartemen tersebut. Padahal, bisa saja pembeli tersebut mempertimbangkan membeli apartemen karena reputasi BUMN.

“Jika dijual ke pengembang lain bisa jadi rencana pembangunan tower baru misalnya bisa saja tertunda atau kualitasnya menurun. Kalau soal dengan pembeli, BUMN perlu menjelaskan kepada konsumen,” jelas dia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN