Menu
Sign in
@ Contact
Search
Emas batangan 50 gram difoto setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)

Emas batangan 50 gram difoto setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)

Referendum Rusia di Ukraina Topang Harga Emas

Selasa, 27 September 2022 | 11:10 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak menguat di zona US$ 1.630,68 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak menguat setelah ditutup melemah pada hari perdagangan kemarin. Pergerakan emas dipicu oleh upaya aneksasi Rusia terhadap empat wilayah Ukraina meningkatkan tensi politik dua negara. 

Harga emas bergerak menguat setelah ditutup terpuruk di zona US$ 1.622,84 pada hari perdagangan kemarin. Kondisi tingginya suku bunga acuan mempengaruhi kinerja emas secara negatif. Suku bunga acuan saat ini berada di rentang 3.00% - 3.25% setelah kenaikan 75 basis poin oleh The Fed pekan lalu sekaligus mengumumkan proyeksi target The Fed untuk membawa angka tersebut hingga 4.25% - 4.50% hingga akhir tahun ini.

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Jadi Rp 930.000 Per Gram

Hasil proyeksi tersebut kemudian memicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut sebesar 125 poin dalam dua pertemuan The Fed yang tersisa di tahun 2022. Kondisi tersebut meredupkan daya tarik emas karena dianggap kurang menawarkan imbal hasil.

Di sisi lain, emas sebagai aset lindung nilai masih dicari saat terjadi ketegangan politik mengingat konflik Rusia - Ukraina yang masih berlangsung. Rusia mengadakan pemungutan suara di empat wilayah Ukraina untuk bergabung dengan Rusia yang diagendakan selesai hingga Selasa, 27 September.

Baca juga: Emas Terpukul Indeks Dolar yang Kian Menguat

Empat wilayah tersebut adalah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhya sedangkan Ukraina secara tegas menyebutkan referendum tersebut sebagai tindakan ilegal dan tidak akan menerima hasilnya. Upaya aneksasi oleh Rusia membuat tensi kedua negara tersebut kian memanas dan semakin meredupkan potensi negosiasi diplomatik jika Rusia tetap melanjutkan referendum.

Baca juga: Awal Pekan, Harga Emas Antam Stagnan di Rp 932.000 Per Gramnya

Rusia mengumumkan mobilisasi dan pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan menyebabkan protes berkelanjutan dengan setidaknya 2.000 orang telah ditangkap karena hal tersebut. Meningkatnya ketegangan politik Rusia - Ukraina menopang pergerakan emas sehingga emas bergerak menguat.

Berdasarkan riset ICDX, Selasa (27/9/2022) harga emas menguat dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.617,9 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.640,64. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.610,67 hingga ke areal US$ 1.605,08, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.647,06 hingga ke areal US$ 1.653,13.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com