Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). (Foto: Perseroan)

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). (Foto: Perseroan)

Revenue Tetap Ditarget Rp 500 M, Tapi Autopedia (ASLC) Cermati juga Dampak Perang dan Inflasi

Rabu, 22 Juni 2022 | 17:30 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), membidik pendapatan Rp 500 miliar pada tahun ini.

Presiden Direktur ASLC Jany Candra menjelaskan, sampai dengan kuartal I-2022, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 69 miliar atau meningkat sekitar 47% dari kuartal I-2021 yang berjumlah Rp 47 miliar.

Advertisement

Baca juga: Terungkap, Adi Sarana Armada (ASSA) dan Anak Usaha GOTO Suntik Modal Adi Sarana Logistik

“Kami tahun ini menargetkan revenue Rp 500 miliar. Pencapaian (kuartal I-2022) ini memang belum proporsional. Artinya kalau kita proporsionalkan 25% harusnya Rp 125 miliar,” jelas Jany dalam paparan publik ASLC, Rabu (22/6/2022).

Dia menyatakan, sesuai dengan rencana pengembangan bisnis, pertumbuhan revenue terbesar akan disumbang oleh caroline.id, bisnis ASLC di ritel mobil bekas. Namun, bisnis ini sendiri baru dijalankan oleh ASLC setelah initial public offering (IPO) awal tahun ini.

“Bisnis ini baru kami jalankan setelah IPO. Artinya baru mulai kami kembangkan setelah bulan Februari. Sampai bulan Maret, artinya baru berjalan dua bulan. Jadi kami sampai hari ini masih memegang target yang sama, kami masih berusaha mencapai angka Rp 500 miliar untuk revenue,” imbuh dia.

Baca juga: Tak Tergiur Saham Teknologi, Lo Kheng Hong: Saya Beli yang Untung dan Valuasinya Murah

Lebih jauh, dia mengakui bahwa ada beberapa kendala yang harus diantisipasi ke depan, seperti kondisi ekonomi yang belum pasti dampak perang Rusia-Ukraina yang juga bisa berdampak terhadap indeks kepercayaan konsumen.

“Terus inflasi yang meningkat sangat drastis secara global yang mungkin akan diikuti oleh pengetatan keuangan oleh perbankan. Memang aspek-aspek ini kami sedang kaji apakah akan mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung capaian target kami di second half ini. Tapi sampai saat ini perseroan masih memegang target yang awal,” tegas Jany.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN