Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (Foto: Dok. Bank Banten)

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (Foto: Dok. Bank Banten)

Rights Issue Beres, Bank Banten Raup Dana Rp 696 Miliar

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:10 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) telah merampungkan masa perdagangan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) penawaran umum terbatas (PUT) VII, Kamis (21/10/2021). Dana yang terserap dari rights issue (RI) hingga Jumat (22/10/2021) telah mencapai Rp 470 miliar.

Namun, Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin mengungkapkan, ada pemesanan saham tambahan yang masuk. Menurut informasi dari biro administrasi efek (BAE), jumlahnya mencapai 2.936.218.900 saham.

"Kalau dikali Rp 77 per saham, potensi dana yang masuk Rp 226 miliar. Harapan saya, hari ini pemesanan itu bisa ditebus,” kata dia, Senin (23/10/2021)..

Dengan demikian, dia menuturkan, jika semua pemesanan tambahan ditebus, BEKS akan meraup dana sebesar Rp 696 miliar dari PUT VII tersebut.

"Jadi PUT VII BEKS bukan tidak diminati oleh investor. Terbukti ada beberapa konsorsium grup investor yang siap masuk ” kata Agus.

Angka tersebut, kata dia, sudah melewati target dari rencana bisnis bank (RBB) Rp 600 miliar. Angka tersebut juga naik 115% dibandingkan PUT VI Rp 320 miliar.

Dia memastiman, beberapa konsorsium investor tetap berkomitmen masuk Bank Banten. Namun, karena keterbarasan waktu pelaksanaan RI, sekitar lima hari kerja, plus satu hari libur nasional, mereka belum bisa masuk BEKS melalui PUT VII.

Agus menyatakan, Pemprov Banten juga siap menyokong pertumbuhan Bank Banten. Pemprov Banten akan membuat perda multiyears berkesinambungan penanaman modal di Bank Banten

“Komitmen pemegang saham pengendali terakhir (PSPT) adalah memisahkan Bank Banren dari Banten Global Development (BGD) dan rencana penerbitan perda modal untuk  Bank Banten sebesar  Rp 1,5-3 triliun  untuk kontinuitas modal Bank Banten ke depan," ujar dia.

Seperti diketahui, Bank Banten  menerbitkan maksimal 23,39 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp 50 per saham melalui RI. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan RI sebesar Rp 77 per saham. Agus menjelaskan, dana hasil RI digunakan untuk perluasan bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65% serta penguatan struktur keuangan perseroan sebesar 35%.


Adapun tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD jatuh pada 12 Oktober 2021. Periode perdagangan HMETD berlangsung pada 14 Oktober-21 Oktober 2021. Lalu, tanggal penjatahan dilakukan pada 26 Oktober 2021.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN