Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Foto: Perseroan.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Foto: Perseroan.

Rights Issue Disetujui, Energi Mega Persada Berencana Akuisisi Aset Gas di Indonesia

Senin, 30 November 2020 | 23:50 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) baru-baru ini memperoleh restu para pemegang saham untuk penggalangan dana melalui skema Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PHMETD) sebanyak-banyaknya 20 miliar saham.

Direktur Utama & CEO Energi Mega Persada Syailendra S Bakrie menjelaskan, aksi korporasi ini diperlukan lantaran perseroan membutuhkan biaya untuk akusisi aset gas yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan laba bersih perseroan. Dia merincikan perseroan mengincar aset gas yang telah berproduksi di Indonesia.

“Selain itu dana hasil PHMTED ini akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja dari aset-aset perusahaan yang telah beroperasi. Perseroan menilai hal ini  cukup penting untuk menambah produksi, penjualan, dan laba bersih Perusahaan di masa mendatang,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Senin (30/11).

Syailendra menegaskan, demi menurunkan beban bunga perusahaan, perseroan juga akan menggunakan dana tersebut untuk pelunasan hutang-hutang kepada para kreditur sehingga kinerja laba bersih dan rasio likuiditas perusahaan juga semakin membaik.

Meski demikian, Investor Relations perseroan Herwin W Hidayat, masih belum bisa memberikan rincian alokasi dana, Standby Buyer ataupun harga pelaksanaan yang ditentukan.

“Perseroan masih belum dapat mengkonfirmasi, rincian ini akan diberikan bersamaan dengan prospektus yang akan disampaikan perseroan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Sebelumnya pada pertengahan Juni 2020 lalu, emiten berkode saham ENRG melalui perusahaan terafiliasi yaitu Kinross International Group Ltd, berencana mengakuisisi 25% kepemilikan pada Blok Kangean Psc di Jawa Timur dari Mitsubishi Corporation.

Perseroan memberikan jaminan (corporate guarantee) atas pinjaman senilai US$ 88,25 juta yang diambil oleh Kinross International. Pinjaman tersebut bakal digunakan untuk mengakusisi 25% kepemilikan di Blok Kangean dari Mitsubishi. Aksi tersebut akan membuat kepemilikan emiten Grup Bakrie ini pada Blok Kangean bertambah menjadi 75%.

“Kinross menggunakan arus kasnya untuk pelunasan pinjaman tersebut. Per 31 Maret 2020, jumlah pinjaman oleh Kinross tersebut telah berkurang menjadi US$ 36,06 juta dikarenakan pelunasan yang sesuai jadwal,” jelas dia dalam keterangan resmi.

Dengan meningkatnya kepemilikan mayoritas pada Blok Kangean, perseroan berharap dapat memaksimalkan pengendalian operasional dan meningkatkan produksi serta pendapatan dari Blok Kangean. Perseroan menerima guarantee fee sebesar 1% per tahun atas pemberian jaminan perusahaan ini.

Sebagai informasi, aksi akuisisi ini dilatarbelakangi oleh Blok Kangean yang memberikan kontribusi hampir sebesar 50% dari total produksi dan pendapatan perseroan. Namun, Energi Mega Persada memiliki pembatasan dalam melakukan akuisisi maupun menerima pinjaman baru.

Alhasil, perseroan memutuskan untuk mengambil langkah strategis dalam mempertahankan keberlangsungan produksi dan operasional Blok Kangean dan menunjuk Kinross International sebagai perusahaan terafiliasi yang mengeksekusi aksi akuisisi ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN