Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Summarecon di Serpong. Foto: Perseroan.

Salah satu proyek Summarecon di Serpong. Foto: Perseroan.

'Rights Issue' Disetujui, Summarecon Incar Dana Hingga Rp 2 Triliun

Senin, 5 April 2021 | 06:50 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membidik dana segar Rp 1,5-2 triliun melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan menargetkan aksi korporasi ini bisa dieksekusi sebelum semester I-2021 berakhir.

Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung Jemmy Kusnadi mengatakan, perseroan telah meraih restu pemegang saham atas rencana rights issue pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 1 April. Detail aksi korporasi ini, termasuk harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian.

“Pemegang saham mayoritas telah menyatakan akan ikut mengeksekusi haknya dalam rights issue tahun ini. Saat ini, belum ada pembeli siaga baru,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (4/4).

Summarecon menggunakan dasar valuasi laporan keuangan Desember 2020 untuk rights issue ini. Perseroan akan menggunakan dana segar hasil rights issue untuk pembayaran utang dan modal kerja. Manajemen berharap, dengan memperkuat struktur permodalan, maka perseroan bisa meningkatnya kinerja dan daya saing. Pada akhirnya, diharapkan pula dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih perseroan.

Tahun ini, Summarecon menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 500 miliar. Ekspansi perseroan tersebut, salah satunya diharapkan bisa mendukung target pra penjualan (marketing salestahun ini sekitar Rp 3,5 triliun.

Sebelumnya, Jemmy mengatakan, capex perseroan akan digunakan untuk mengakuisisi lahan dan pengembangan properti investasi. Perseroan optimistis terhadap prospek pasar properti tahun ini dengan menaikkan marketing sales sekitar 6% dari realisasi 2020 yang sebesar Rp 3,3 triliun. “Kami menargetkan sekitar 60% dari marketing sales berasal dari penjualan landed house. Sementara pembelian lahan, kami harap juga bisa menopang marketing sales tahun ini,” jelas dia kepada Investor Daily.

Summarecon Agung termasuk salah satu emiten properti yang menikmati pertumbuhan properti perumahan. Realisasi marketing sales 2020 tercatat melebihi target perseroan yang telah direvisi sebesar Rp 2,5 triliun. Hal ini berkat rangkaian produk yang banyak diluncurkan pada kuartal IV-2020.

Semisal, perseroan melalui Summarecon Serpong menggenjot penjualan dengan menawarkan hunian Klaster Baroni menjelang akhir 2020. Hunian ini dikhususkan untuk kalangan milenial atau pasangan muda. Klaster ini didesain dengan konsep compact home berwawasan lingkungan dan desain arsitektur yang modern serta minimalis.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengungkapkan, prospek kinerja keuangan Summarecon tahun ini lebih baik, karena permintaan rumah yang masih tinggi dan didukung oleh stimulus pemerintah. Begitu juga dengan bisnis ritel yang diperkirakan mulai kembali normal tahun ini.

“Hal itu mendorong kami untuk mempertahankan saham SMRA sebagai pilihan teratas untuk sektor properti, dengan target harga saham direvisi naik dari Rp 1.100 menjadi Rp 1.350,” tulis Victor dalam risetnya. Tahun ini, menurut dia, marketing sales Summarecon diproyeksikan meningkat menjadi Rp 3,7 triliun atau lebih tinggi dari asumsi semula Rp 3,5 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN