Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Saham Astra Masih Menarik Dikoleksi

Jumat, 27 April 2012 | 16:41 WIB
Antara

JAKARTA - Saham PT Astra International Tbk (ASII) diprediksi tetap menarik untuk dikoleksi meski ada potensi penurunan penjualan kendaraan bermotor menyusul rencana pembatasan BBM dan kenaikan uang muka (down payment/DP) kredit sebesar 30%.

Pasalnya, kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Jumat, dividen rasio terhadap laba bersih (dividen pay out ratio) emiten ini cukup menarik dan ke depannya masih sangat prospektif di tengah tantangan ke depan.

"Tantangan terdekat bagi perseroan adalah bagaimana mengatasi kebijakan pemerintah mengenai kenaikan pembayaran uang muka (DP),” ulasnya ketika dihubungi Antara terkait prospek saham ASII.

Daya tarik terbesar dari saham berkode ASII ini, menurut Edwin, adalah rencana pembagian dividen yang cukup besar.

Tercatat tahun ini saja, PT Astra International Tbk akan membagikan dividen sebesar Rp8,01 triliun, atau sebesar Rp1.980 per lembar saham dari laba bersih yang dicatatkan pada 2011 senilai Rp17,78 triliun. Sedangkan sisanya senilai Rp9,76 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Untuk dividen interim senilai Rp600 per saham telah dibayarkan perseroan pada 14 November 2011, sementara sisanya sebesar Rp1,380 per saham akan dibayarkan perseroan pada 6 Juni 2012 kepada pemegang saham yang tercatat pada 23 Mei 2012 pukul 16:00 WIB.

Sementara hingga kuartal I-2011, secara konsolidasi perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih mencapai Rp46,4 triliun atau naik 20% dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp38,7 triliun. Seiring kenaikan pendapatan, laba bersih perseroan naik 8% menjadi Rp4,6 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama 2011 senilai Rp4,3 triliun.

Laba bersih per saham juga naik 8% menjadi Rp1.148 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.063 per saham.  (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN