Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Saham Astra Masih Prospektif

Sabtu, 23 September 2017 | 10:31 WIB

Secara terpisah, analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, kemarin, mengungkapkan, prospek bisnis otomotif PT Astra International Tbk masih cerah. Soalnya, dalam menjalankan bisnisnya, Astra juga aktif melakukan terobosan dan inovasi produk.

 

Selain itu, menurut dia, Astra memiliki jaringan pemasaran yang luas dan menjual brand kendaraan yang beragam. Kendaraan yang dipasarkan Astra pun memiliki brand yang kuat, disegani, dan dipercaya masyarakat.

 

“Jadi, potensi bisnis Astra masih cerah di tengah ketatnya persaingan, termasuk dengan kemunculan produk otomotif dari Tiongkok,” tutur dia.

 

Nafan Aji menjelaskan, tren inflasi yang rendah juga berpotensi mendongkrak penjualan kendaraan di Tanah Air. Soalnya, hal itu akan menekan turun suku bunga kredit perbankan dan multifinance sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

 

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, kemarin, memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (RRR) sebesar 25 bps dari 4,50% menjadi 4,25%. Bank sentral juga memangkas suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,50% dan Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%.

 

“Penurunan BI 7-day RRR bisa menjadi stimulus bagi pertumbuhan kredit perbankan. Nah, jika berbicara Astra International, berarti ada potensi kenaikan kredit konsumer untuk kendaraan,” papar Nafan Aji.

 

Nafan menambahkan, pada Januari- Agustus 2017, Astra membukukan penjualan mobil 398.995 unit, naik sekitar 9% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, saham ASII turun 50 poin ke level Rp 7.775 pada penutupan perdagangan di BEI, kemarin.“Itu masih wajar, apalagi koreksinya masih tipis,” tutur dia.

 

Secara teknikal, menurut Nafan, harga ASII membentuk pola bullish spinning top candle. “Itu mengindikasikan potensi stimulus beli untuk ASII,” ucap dia.

 

Nafan Aji mengemukakan, saat ini posisi return on equity (RoE) Astra International mencapai 12,46%, dengan price to earning ratio (PER) 17,04 kali, dan price to book value (PBV) mencapai 2,12 kali. Untuk itu, investor disarankan mulai mengakumulasi saham ASII dengan target harga tahap pertama Rp 8.200.

 

“Lalu, target resistance tahap keduanya Rp 8.475. Sedangkan prediksi support- nya ada di level Rp 7.675,” ujar dia.

 

Nafan juga merekomendasikan saham salah satu anak usaha Astra International, PT United Tractors Tbk. “Tren kenaikan harga batubara turut menunjang kenaikan bisnis alat berat. Selain itu, brand alat berat yang dipasarkan United Tractors, yaitu Komatsu, masih menguasai pangsa pasar di Indonesia dengan porsi sekitar 35%,” ucap dia.

 

Nafan menambahkan, secara tahunan, emiten berkode saham UNTR tersebut masih berpeluang membukukan kenaikan laba bersih sekitar 36% dan pendapatan 28,5%.

 

“PER United Tractors juga masih 16,65 kali dengan PBV 2,47 kali,” tandas Nafan Aji yang menganjurkan investor untuk mengakumulasi saham UNTR dengan target harga Rp 33.250 untuk jangka menengah. (dka/az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN