Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Saham Dalam Negeri Masih Terus Tumbuh

Selasa, 7 Februari 2012 | 23:35 WIB
Antara

JAKARTA - Ekonom Faisal Basri mengemukakan saham dalam negeri yang diperkirakan masih dapat terus tumbuh pada 2012 di industri pasar modal berkaitan dengan populasi penduduk di Indonesia.

"Sektor saham yang berkaitan dengan populasi, seperti properti, konstruksi, dan perdagangan diperkirakan yang akan mengerek bursa tetap positif," kata Faisal Basri dalam paparannya mengenai Tinjauan Makro Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia 2012 di Jakarta, Selasa.

Ia mengutarakan bahwa saham perusahaan sektor itu akan terus diminati pelaku pasar saham seiring dengan terus meningkatnya pertumbuhan populasi di dalam negeri.

Kinerja saham properti diproyeksikan tidak akan menggelumbung (bubble) dikarenakan emiten sektor itu, menurut Faisal Basri, akan membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Populasi penduduk Indonesia diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat akan mendorong permintaan perumahan tinggi dan ruang perkantoran. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan emitennya juga akan meningkat," kata dia.

Ia mengemukakan meningkatnya sektor properti nantinya akan diiringi dengan sektor konstruksi dan perdagangan. Sektor itu juga merupakan salah satu pendorong pertumbuhan dalam negeri.

Faisal menambahkan, Indonesia merupakan negara berkembang yang pertumbuhannya paling tingi di dunia, yakni sebesar 7,4% sepanjang 2011 hingga awal Februari 2012. "Jadi, Indonesia masih dapat bertahan meski kondisi global tengah bergejolak," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Equity Research PT Deutsche Verdana Indonesia, Heriyanto Irawan, mengatakan, selain sektor properti, saham yang prospektif adalah yang berkaitan dengan perkreditan.

"Secara umum saham sektor yang berkaitan dengan konsumer, dan bisnis yang berpengaruh dengan kredit diproyeksikan masih akan tumbuh, apalagi ekonomi Indonesia terus dapat tumbuh," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa industri investasi di Eropa yang belum kondusif akan mendorong investor mencari tempat ke negara-negara Asia yang cenderung positif. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN