Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Saham Properti dan Bank Melejit

Rabu, 28 Mei 2014 | 13:57 WIB
Oleh Farid Firdaus dan Ester Nuky

JAKARTA – Saham emiten sektor properti, real estat, dan konstruksi serta emiten sektor perbankan membukukan hasil investasi (capital gain) tertinggi sebesar 24-28% secara year to date.  Hingga akhir tahun ini, saham-saham sektor tersebut diperkirakan masih mendulang gain paling besar di antara sektor lainnya seiring dengan pertumbuhan laba bersih emiten yang diproyeksikan mencapai 30-40%.

Peningkatan harga saham sektor properti, real estat, dan konstruksi serta emiten sektor perbankan antara lain bakal didorong pembangunan infrastr uktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Itu karena dalam platform ekonominya, calon presiden (capres) Jokowi maupun Prabowo Subianto sama-sama mencanangkan pembangunan infrastruktur, mendorong investasi, dan menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan harga saham sektor properti, real estat, dan konstruksi mencapai 28% sejak Januari lalu hingga 26 Mei 2014 (year to date/ytd). Sedangkan sektor perbankan dan keuangan yang lain mencatatkan gain sekitar 24%.

Kinerja harga saham kedua sektor tersebut jauh melampaui delapan sektor lain yang tumbuh kurang dari 20%, yakni infrastruktur, utilitas, dan transportasi (18%), industri barang konsumsi (14%), perdagangan, jasa, dan investasi (11%), manufaktur (11%), industri dasar dan kimia (10%), pertambangan (10%), agribisnis (9%), serta aneka industri (8%).

Analis MNC Securities Reza Nugraha memperkirakan keuntungan emiten sektor properti sampai akhir 2014 terus meningkat. “Sampai akhir tahun ini, sektor properti bisa meningkatkan penjualan hingga 35% dengan laba bersih berkisar 30-40%,” papar dia di Jakarta, Senin (26/5).

Reza mengatakan, penjualan properti tahun ini akan ditopang hasil order tahun sebelumnya yang tinggi. Dengan demikian, kinerja emiten properti pada 2014 masih tetap bagus. “Kelesuan permintaan pada 2014 baru berdampak pada tahun berikutnya,” tutur dia.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN