Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sandiaga Uno. Foto: IST

Sandiaga Uno. Foto: IST

Sandiaga Uno: Sektor Energi, Infrastruktur, dan Perbankan Masih Jadi Pilihan Investasi

Minggu, 1 November 2020 | 18:00 WIB
Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Meski pandemi Covid-19 telah menekan laju pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020, pengusaha nasional Sandiaga Uno menuturkan sektor ekonomi harus tetap berputar, termasuk investasi di pasar modal guna mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Sandi, tren investasi di pasar modal belum berubah di masa pandemi. ”Sektor-sektor energi, infrastruktur, dan perbankan masih menjadi pilihan investasi menjanjikan bagi para pelaku pasar modal ke depannya. Selain itu, makanan dan agrikultur akan menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi,” ungkap Sandi dalam webinar “Market Talks: Investasi di Pasar Saham, Tips and Insight” yang digelar Sandilogi, Jumat (30/10) malam.

Namun demikian, Sandi menegaskan bahwa saham perusahaan yang sudah bertransformasi lebih awal dengan pemanfaatan teknologi digital akan lebih meningkat dibandingkan perusahaan konvensional sejenis.

“Langkah industri perbankan itu pada akhirnya akan membuat ekonomi akan lebih efisien,” kata mantan Wakil Gubernur DKI ini.

Sementara itu, bisnis yang akan berkembang di masa depan menurutnya adalah bisnis syariah. Perkembangan ekonomi syariah, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang didominasi umat Islam yang memilih untuk mengonsumsi produk halal. Seperti misalnya, konsumsi makanan halal, wisata halal dan lainnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi menegaskan pasar saham Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan besar untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal Indonesia membutuhkan perusahaan milik negara seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa perusahaan teknologi bervaluasi besar, seperti Tokopedia dan Gojek untuk menjadi perusahaan terbuka.

“Semakin banyak perusahaan terbuka yang melantai di BEI, portofolio investasi saham pelaku pasar akan semakin beragam. Kompetisi akan lebih sehat. Sehingga, masyarakat dapat lebih leluasa menetapkan pilihannya untuk berinvestasi dalam pasar modal. Hal ini akan memacu pemulihan ekonomi bangsa," katanya.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN