Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sarana Menara Nusantara. Foto: beritasatu.com

Sarana Menara Nusantara. Foto: beritasatu.com

Sarana Menara Anggarkan Capex Rp 3,25 Triliun

Selasa, 12 Januari 2021 | 11:59 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 3,25 triliun tahun ini. Anggaran dana ekspansi emiten Grup Djarum ini diharapkan menopang pertumbuhan pendapatan perseroan sebanyak 8% sepanjang 2021.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Ghifari mengatakan, target capex dan pendapatan 2021 ditetapkan dengan strategi organik atau belum menghitung aksi akuisisi atau anorganik. Anggaran investasi bisa meningkat, apabila investasi para operator telekomunikasi yang membutuhkan infrastruktur telekomunikasi lebih banyak dari perkiraan anggaran 2021.

“Sekitar 40% dari belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha non-tower, seperti tower fiberisation dan connectivity,” jelas dia kepada Investor Daily, Selasa (12/1).

Menurut Adam, perseroan belum dapat merinci jumlah menara telekomunikasi dan panjang jaringan fiber optik yang akan dibangun tahun 2021. Hal ini lantaran dinamika industri menara sulit diprediksi, utamanya mengenai tingkat sewa menara, dibanding dengan fiber optik.

Manajemen Sarana Menara mengakui baru bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang skenario ekspansi, apabila 2021 sudah berjalan beberapa kuartal. Sementara untuk peluang akuisisi menara telekomunikasi, perseroan menilai, jika memang ada kesepakatan yang bisa diraih, tingkat pertumbuhan berpotensi lebih tinggi dari target. “Kami ada beberapa skenario revenue split antara tower dan non-tower. Tapi target revenue 8% kami pikir dapat tercapai dulu,” jelas Adam.

Untuk realisasi 2020, kata Adam, perseroan memperkirakan berakhir dengan pertumbuhan yang baik dan sesuai rencana. Selain itu, hasil pencapaian usaha yang baik juga memungkinkan perseroan untuk melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham yang saat ini telah terakumulasi sekitar 2,1% dari saham perseroan yang beredar. Nilai pasar dari saham treasury tersebut mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Sarana Menara juga masih memiliki persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan buyback saham hingga November 2021 sampai sebanyak-banyaknya 5% dari saham beredar.

Baru-baru ini, tiga anak usaha Sarana Menara menandatangani perjanjian fasilitas bergulir dengan PT Bank Mizuho Indonesia senilai US$ 34,5 juta atau setara Rp 481,03 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN